Definisi Employee Engagement (skripsi, tesis, dan disertasi)

Employee Engagement atau keterikatan kerja karyawan memiliki definisi yang beragam. Beberapa istilah digunakan oleh para akademisi untuk menjelaskan keterikatan kerja karyawan yaitu : personal engagement(Kahn, 1990), employeeengagement(Saks, 2006) dan work engagement(Schaufeli & Bakker, 2004).Konsep keterikatan kerja karyawan pertama kali dikembangkan oleh Kahn pada tahun 1990 (Kular et al, 2008). Kahn (1990) menggunakan istilah (tern) personalengagementuntuk menjelaskan keterikatan kerja karyawan. Pengertian personalengagementmenurut Kahn (1990), adalah :“…as the harnessing of organization members’ selves to their work role; in engagement, people employ and express thenselves physically, cognitively and emotionally during role performance..’.Keterikatan kerja merupakan keadaan dimana individu memfasilitasi diri secara kognitif, emosional dan fisik dalam peran kerjanya. Dengan demikian, karyawan yang memiliki keterikatan kerja akan melakukan banyak usaha dalam pekerjaan, karena individu tersebut mengidentifikasi dirinya pada peran kerjanya. Menurut Kahn (1990) keterikatan kerja terjadi ketika individu memiliki kesadaran psikologis (psychological presence) akan kehadiran dirinya di tempat kerjanya. Psychological presencemerupakan kondisi kerja ketika individu merasakan dan menjadi perhatian, menyatu dan fokus terhadap tanggung jawabnya. Keterikatan kerja karyawan menurut Kahn (1990) diperoleh karena (1) didapatkannya
keberartian atau kebermaknaan secara psikologis (psychological meaningfulness), (2) adanya rasa aman secara psikologis (psychological safety). serta (3) keberadaan atau kesediaan dirinya (psychological availability).Schaufeli, Salanova et al. (2002) menyatakan bahwa keterikatan kerja didefinisikan sebagai :“a positif, fulfiling, work related states of mind that is characterized by vigor, dedication and absorption