Abnormal Return dan Expected Return (skripsi,tesis,disertasi)

Besar dampak suatu peristiwa terhadap setiap jenis saham tidaklah sama, namun sejak kapan dan sampai kapan dampak tersebut berlangsung. Besarnya dampak suatu peristiwa terhadap harga saham tertentu berbeda-beda. Sebagian jenis saham terkena dampak negatif dan sebagian lagi berdampak positif. Akan tetapi sangat mungkin semua jenis saham terkena dampak negatifnya. Investor selalu menggunakan tolak ukur “return” – yaitu suatu perbandingan antara harga sekarang dengan harga sebelumnya. Khusus dalam event study yang mempelajari “peristiwa spesifik”, yang diukur bukanlah return yang biasa diperoleh dalam keadaan normal, tetapi selisih dari “return dalam keadaan tidak normal” dikurangi “return dalam keadaan normal” – atau yang biasa disebut sebagai abnormal return. Menurut Jogiyanto (2000), studi peristiwa menganalisis pengembalian tidak normal dari sekuritas yang mungkin terjadi disekitar pengumuman dari suatu peristiwa. Pengembalian tidak normal merupakan kelebihan dari pengembalian yang sesungguhnya terjadi terhadap pengembalian normal. Pengembalian normal merupakan expected return yang diharapkan oleh investor. Menurut Samsul (2006), abnormal return adalah selisih antara pengembalian aktual dan pengembalian yang diharapkan (expected return) yang dapat terjadi sebelum informasi resmi diterbitkan atau telah terjadi kebocoran informasi (leakage of information) sesudah informasi resmi diterbitkan. Abnormal return tiap jenis saham dihitung tiap bulan dengan cara mengurangi pengembalian aktual bulan ini dengan pengembalian minimum. Analisis AR bertujuan untuk mengetahui dampak suatu peristiwa terhadap abnormal return suatu saham tertentu setiap tahun, bulan atau hari selama periode tertentu. Analisis AR dapat