Pengertian Counter Work Behavior (skripsi, tesis, dan disertasi)

 Counter Work Behavior merupakan perilaku karyawan yang bertentangan dengan kepentingan sah suatu organisasi. Perilaku ini dapat membahayakan organisasi atau orang dalam organisasi termasuk karyawan dan klien, pelanggan, atau pasien.Menurut Chand,Piar&Chand, Kuman (2014) Perilaku Kerja kontraproduktif dapat didefinisikan sebagai setiap kegiatan yang disengaja atau tidak disengaja dari individu yang dapat menghambat kinerja diri, orang lain atau organisasi. Perilaku Kerja kontraproduktif mungkin juga dipahami sebagai perilaku yang dapat membahayakan atau dimaksudkan untuk menyakiti diri sendiri, orang-orang dan sumber daya organisasi. Juga sebagai perilaku yang dilakukan oleh individu baik secara sengaja ataupun tidak sengaja yang dapat bertentangan dan menghambat organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Perilaku seperti itu tentu saja menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi untuk organisasi, psikologis, dan biaya sosial juga (An, Feng & Wang, Bing (2016). Itulah sebabnya, itu harus dikontrol dengan baik. Banyak peneliti menyebut CWMerupakan kanker yang mengancam kehidupan organisasi.Ini pasti merusak atau mengacaukan nilai-nilai organisasi yang hebat, yang mengarah untuk mengintimidasi kesejahteraan dan masa depan sebuah organisasi dan anggota.CWBumumnya dipersepsikan sebagai negatif dan kebalikan dari keterlibatan karyawan.Sebelum pertengahan 1990-an, pendekatan yang paling umum adalah untuk memeriksa perilaku disfungsional individu tanpa saran konstruk menyeluruh. Misalnya, individu mempelajari topik seperti keterlambatan (Kelloway, Francis, Prosser, & Cameron, 2010)(Blau,1995), kekerasan di tempat kerja (Greenberg,1990), dan absensi (mis., John,1994). Tindak penyimpangan dapat berbahaya bagi individu (penyimpangan interpersonal) atau kesejahteraan organisasi (penyimpangan organisasi). Melihat dua dimensi ini dapat diklasifikasikan sebagai penyimpangan produksi (seperti pergi lebih awal atau terlalu banyak istirahat), penyimpangan properti (seperti mencuri, menerima kickbacks), penyimpangan politik (seperti gosip, persaingan tidak sehat), penyimpangan pribadi (seperti pelecehan verbal, perilaku kasar, bertindak semena-mena).PerilakuPerilaku adalah apapun yang dikerjakan seseorang (Suprihanto,2003). Berbicara dengan atasan, menyimpan arsip, melayani pelanggan dan sebagainya menunjukkan perilaku (behavior) seseorang. Untuk memahami bagaimana individu berperilaku dalam organisasi, seorang manajer harus mengetahui mengapa ada perbedaan perilaku diantara para karyawan. Pendapat yang dikemukakan oleh ahli tentang perilaku individu masih terdapat kontradiksi. Ada yang berpendapat bahwa perilaku seseorang itu lebih banyak ditentukan oleh faktor keturunan atau sifat bawaan, dan ada juga yang mengatakan bahwa perilaku itu lebih banyak dipengaruhi oleh variabel lingkungan.Sedangkan menurut Prawirosentono (1999, p.35), perilaku adalah suatu karakteristik penting daripribadi untuk melakukan kegiatan. Perilaku merupakan hasil gabungan dari berbagai faktor psikologis. Faktor-faktor psikologis tersebut merupakan hasil kombinasi dari faktor fisik, biologis, dan kondisi sosial yang mempengaruhi lingkungan kehidupan seseorang