Geert Hofstede menyatakan bahwa budaya terdiri dari mental program bersamayang mensyaratkan responindividual pada lingkungannya. Definisi tersebutmengandung makna bahwa kita melihat budaya dalam perilaku sehari-hari, tetapidikontrol oleh mental program yang ditanamkan sangat dalam (Wibowo, 2010:15).Pandangan menurut budaya organisasi pada umumnya bersumber pada pandanganEdgar Schein yang mengemukakan bahwa budaya organisasi adalah sebagai filosofiyang mendasari kebijakan organisasi, aturan main untuk bergaul, dan perasaan atauiklim yang dibawa oleh persiapan fisik organisasi (Wibowo, 2010:16).Dalam pandangan Jeff Cartwright (1999, dalam Wibowo, 2010: 15), budaya adalahpenentu yang kuat dari keyakinan, sikap dan perilaku orang, dan pengaruhnya dapatdiukur melalui bagaimana orang termotivasi untuk merespons pada lingkunganbudaya mereka.Menurut Yafang Tsai(2011: 2), sebuah organisasi dengan budaya yang kuatmemiliki nilai-nilai bersama dan kode etik bagi orang-orang di dalamnya, yang akanmembantu mereka mencapai misi dan tujuan organisasi. Penghargaan akan pekerjaandan kepuasan kerja dapat dicapai ketika orang-orang di dalam organisasi dapatmenyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka oleh organisasi
