Penggunaan Selebriti Dalam Iklan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Ada perubahan mendasar di dunia hiburan dalam beberapa dekade terakhir. Kita tak lagi tinggal di zamandi mana kemampuan actingdan debut di layar lebar menjadi prasayarat lahirnya selebriti terkenal. Sebaliknya, kita kini hidup di dunia

 di mana individu dapat mempromosikan dirinya sendiri di media sosial dan platformberbagi video youtube, bintang Youtube laksana selebriti masa kini. Semua industri nampaknya mulai melirik bintang-bintang Youtube kenamaan atau kita sebut sebagai vlogger(video blogger).Pengertian selebriti sendiri menurut Shiffman dan Kanuk (2004:338) adalah bintang film, artis, model, pembawa acara, entertainer, olahragawan, dan orang-orang masyarakat. Mereka memberikan daya tarik yang besar karena perilaku mereka menyenangkan untuk diperbincangkan dan berita tentang mereka selalu dimuat media massa.Menurut Kertamukti (2015:69), selebriti adalah tokoh (aktor, penghibur, atau atlet) yang dikenal karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukungnya. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa selebriti adalah individu yang telah mencapai tingkat ketenaran yang membuatnya dikenal di masyarakat. Seorang selebriti memiliki kepopuleran, daya tarik fisik, keberanian, bakat, keberwibawaan atau kekuasaan yang dapat menjadi salah satu faktor yang dapat menarik konsumen untuk membeli produk sehingga dapat meningkatkan penjualan.
a.Fungsi Selebriti dalam IklanSelebriti yang digunakan untuk mendukung sebuah produk adalah individu yang dikenal oleh publik atas prestasinya selain daripada produk yang didukungnya. Penggunaan selebriti dimaksudkan untuk memberi dorongan kepada pesan iklan agar lebih mudah diterima oleh konsumen dan mempermudah tumbuhnya keyakinan konsumen atas produk yang diiklankan.
 b.Evaluasi Penggunaan Selebriti dalam IklanDalam aktivitas pemasaran, penggunaan selebriti dalam iklan sebaiknya dievaluasi. Rossiter dan Percy dalam Kertamukti (2015:70) menyatakan salah satu alternatif untuk mengevaluasi selebriti dalam periklanan dengan menggunakan model VisCAP. VisCAP terdiri dari empat unsur yaitu Visibility, Credibility, Attraction,dan Power. Melalui VisCAP ini dapat diketahui layak tidaknya selebriti mengiklankan terus menerus suatu produk, dan jika nilainya tinggi maka selebriti akan terus digunakan. Sebaliknya jika nilainya rendah, tentunya pemasar harus mencari selebriti lain sebelum merek produk menjadi hancur mengikuti kehancuran popularitas sang artis. Keempat unsur dari model VisCAP yang dijelaskan oleh Rossiter dan Percy dalam Kertamukti (2015:70) tersebut adalah sebagai berikut:
1.VisibilityVisibility memiliki dimensi seberapa jauh popularitas selebriti.Jika dihubungkan dengan popularitas, maka visibilitybanyak berguna apabila communication objectiveadalah brand awareness.
2.CreadibilityKredibilitas sang bintang lebih banyak berhubungan dengan dua hal, yaitu keahlian dan objektivitas. Keahlian berhubungan dengan pengetahuan selebriti tentang produk yang diiklankan dan objektivitas lebih merujuk pada kemampuan selebriti untuk memberi keyakinan atau percaya diri pada konsumen suatu produk. Credibilityakan sesuai apabila comunication objectiveadalah brand attitude, dimana brandattitude itu sendiri berarti kemampuan merek dalam menciptakanmotivasi dan emosi yang sesuai dengan benefit merek.
 3.AttractionDaya tarik (attraction) sang bintang menyangkut dua hal penting yaitu tingkat disukai (likeability) dan tingkat kesamaan dengan personality yang dinginkan pengguna produk (similarity) dimanakeduanya tidak dapat dipisahkan dan harus saling berdampingan. Salah satu jalan agar memiliki kesamaan dengan personalityyang diinginkan oleh target pengguna merek, setidaknya selebriti harus mencerminkan personalitydari merek yang dibangunnya melaluiiklan. Imageseorang selebriti harus sama dengan imageproduk yang akan didukungnya.
4.PowerPower adalah kemampuan selebriti dalam menarik konsumenuntuk membeli. Unsur terakhir ini menginformasikan bahwa selebriti yang digunakan dalam iklan harus memiliki kekuatan untuk memerintahkan target audienceuntuk membeli.