Menurut Hariyanti & Wirapraja (2018:141) Influencer adalah seseorang atau figur dalam media sosial dimana seseorang tersebut mempunyaijumlah pengikut yang banyak, kemudian hal yang mereka sampaikan dapat mempengaruhi perilaku dari pengikutnya(followers). Influencer merupakan pihak ketiga yang secara signifikan membentuk keputusan pembelian pelanggan. (Brown & Hayes, 2008:52). Influencer menurut pendapat Turner, dapat dikategorikan sebagai microcelebrityyang berarti sebuah gaya baru dalam perilaku online dimana seseorang berusaha untuk meningkatkan popularitasnya di internet dengan menggunakan berbagai macam teknologi seperti video, blog, atau situs jejaring sosial (Senft, 2008:5 dalam Rahmawan, dkk. 2017 190-191).Menurut Jin dan Phua (2020) “Jumlah pengikut di media sosial instagramyang tinggi menyiratkan bahwa banyak orang tertarik pada akun tertentu, misalnya mereka yang berlangganan pembaruannya”. Orang-orang juga mengandalkan isyarat ini untuk menilai popularitas seseorang pengguna yang dianggap lebih menarik, dapat dipercaya, mudah di dekati dan memiliki karakteristik yang di inginkan secara sosial.
Karakteristik influencer media sosial sebagai channel sementara ini terbukti ampuh untuk memperkenalkan brand, bahkan membuat followers influencer melakukan aksi tertentu yang diharapkan dapat mempengaruhi perkembangan atau penjualan produk yang disampaikan. (Julius Ripandi Hutabarat, 2020)
