Umumnya CB-SEM menguji kausalitas/teori, sedangkan PLS SEM lebih bersifat model prediktif. Untuk tujuan prediksi, pendekatan PLS lebih cocok karena pendekatan ini mengasumsikan bahwa semua ukuran varians adalah varians yang berguna untuk dijelaskan. Hadirnya metode PLS SEM bukan menjadi pesaing CB SEM, melainkan menjadi sebuah pelengkap dan menjadi alternative untuk metode regresi berganda, disesuaikan dengan tujuan penelitian (Priyono, 2013).
PLS dikatakan sebagai metode analisis yang powerful karena dapat digunakan pada setiap jenis skala data (nominal, ordinal, interval, dan rasio) tanpa menggunakan banyak syarat asumsi-asumsi yang harus terpenuhi (Ghozali, 2013). PLS dapat juga digunakan untuk tujuan konfirmasi (seperti pengujian hipotesis) dan tujuan eksplorasi (Sanchez, 2009). Meskipun PLS lebih diutamakan sebagai eksplorasi daripada konfirmasi, PLS juga dapat untuk menduga apakah terdapat atau tidak terdapat hubungan dan kemudian proposisi untuk pengujian
