Kualitas kesesuaian model dan nilai p (GOF, Multikolieniritas, dan R-Squared) (skripsi, tesis, disertasi)

Untuk menguji apakah data sudah sesuai dengan model dapat dilihat dari hasil Output General Result pada alat analisis WarpPLS 6.0. model jika sesuai atau didukung dengan data (Fit), dapat disimpulkan bahwa model dapat merepresentasikan dengan baik fenomena yang terjadi atau basis konsep toeri yang telah dibangun. Berikut ini evaluasi dari hasil pengujian yang dapat mengkonfirmasi hal tersebut (Kock, 2018):
1) Melihat output nilai untuk ketiga indikator fit yaitu Average Path Coefficient (APC), Average R-squared (ARS) dan Average adjusted R-squared (AARS). Model dikatakan terpenuhi jika nilai P untuk APC, ARS dan AARS ≤ 0,05.
2) Melihat output nilai Average variance inflation factor (AVIF) dan Average full collinearity VIF (AFVIF) sebagai indikator multikolinearitas harus < 5 dan idealnya ≤ 3,3 masih bisa diterima dengan artian bahwa tidak terdapat kolinieritas vertikal maupun lateral.
3) Melihat nilai Tenenhaus GoF (GoF) memiliki nilai lemah yakni ≥ 0,1 selanjutnya medium memiliki nilai ≥ 0,25 dan kuat memiliki nilai ≥ 0,36.
Interprestasi dan kualitas dari model fit ini tergantung dari tujuan analisis SEM, jika tujuannya hanya menguji hipotesis hubungan antarvariabel laten (Strictly confirmatory) maka indikator model fit menjadi kurang penting. Namun jika tujuannya menentukan model terbaik dari beberapa model yang berbeda (Competing models) maka indeks fit menjadi sangat penting (Kock, 2018). Bagaimana pun juga, jika ingin
membandingkan model terbaik (Competing models), maka urutan indikatornya mulai dari yang terpenting ialah: (1) ARS, (2) AVIF, (3) APC (Kock, 2011).