Mixed Methods Research (MMR) yang berlandaskan paradigma pragmatism mempunyai penyebutan istilah yang sangat beragam. Banyaknya istilah yang diberikan oleh pakar membuktikan bahwa metode tersebut mengalami perkembangan. Putra (2017) yang menganalisis dan mensintesiskan penggunaan istilah metode ini menemukan delapan istilah berbeda yang digunakan oleh ilmuwan. Misalnya, mixing methods, mixed methods research or called mixed research, blending quantitative-qualitative, multimethods, convergence, integrated, andcombined. Meskipun sangat beragam namun MMR dipandang lebih umum digunakan oleh peneliti. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Collins, Onwuegbuzie, and Jiao (dalam Johnson, Onwuegbuzie & Turner, 2007: 118) yang menyelidiki 496 artikel dari lintas disiplin ilmu dan menemukan bahwa “Mixed methods research has become the most popular term used to describe this movement”.Dengan dasar itu maka istilah yang digunakan dalam artikel ini adalah Mixed Methods Research (MMR). Pertanyaannya sekarang, apakah yang dimaksud dengan MMR?
Brannen (2005: 4) menyatakan “mixed methods research means adopting a research strategy employing more than one type of research methods.” Pakar yang lain, Creswell (2010) menyebutkan MMR merupakan pendekatan yang mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Johnson (2014: 1) memberikan definisi yang komprehensif bahwa “Mixed methods research (also mixed research or mixed methodology) is the type of research in which a researcher or team of researchers mixies or combines qualitative and quantitative research, philosphie/paradigms, methodologies, methods, techniques, approaches, concepts or language into a single research study”. Johnson, Onwuegbuzie & Turner (2007: 129) dalam tulisannya yang mengupas tentang definisi MMRsampai pada simpulan “mixed methods research is an intellectual and practical synthesis based on qualitative and quantitative research”. Putra (2017) yang menganalisis dari karakteristik MMR mendefinisikannya sebagai penerapan dua metode (kuantitatif dan kualitatif) dalam satu penelitian yang dilakukan secara berurutan maupun bersamaan dengan tujuan untuk memahami lebih mendalam tentang fenomena yang dikaji. Dalam artikel ini penulis akan merevisi definisi sebelumnya dan mengaitkannya dengan konteks olahraga. MMR dalam tulisan ini dipahami sebagai pengabungan dua metode (kuantitatif dan kualitatif) dalam satu proses penelitian yang dilakukan secara berurutan atau bersamaan dengan tujuan untuk memahami lebih komprehensif serta mendalam tentang fenomena keolahragaan yang dikaji.
