Kepuasan Kerja (skripsi, tesis, dan disertasi)

George dan Jones (2012:71) mendefinisikan kepuasan kerja adalah
sekumpulan perasaan dan keyakinan yang dimiliki oleh seorang karyawan
tentang pekerjaan, rekan kerja, atasan, dan gaji. Luthans (2011:243)
menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang senang atau
emosi positif yang berasal dari penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja
seseorang. Sutrisno (2011:74) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah
suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi
kerja, kerjasama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan
hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis.
Berdasarkan pengertian diatas, maka disimpulkan bahwa kepuasan
kerja adalah perasaan senang dan puas yang dialami seseorang dalam
melakukan pekerjaanya.
Tingkat kepuasan kerja karyawan dapat diketahui dengan cara
mengukur kepuasan kerja karyawan. Wibowo (2011:511-512)
mengklasifikasikan tiga cara untuk melakukan pengukuran kepuasan kerja,
yaitu:
a. Rating scales dan kuesioner
Rating scales dan kuesioner merupakan pendekatan pengukuran
kepuasan kerja yang paling umum dipakai dengan menggunakan
kuesioner dimana rating scales secara khusus disiapkan. Dengan
menggunakan ini, orang menjawab pertanyaan yang memungkinkan
nereka melaporkan reaksi mereka pada pekerjaan mereka.
b. Critical incidents
Disini individu menjelaskan kejadian yang menghubungkan pekerjaan
mereka yang mereka rasakan terutama memuaskan atau tidak
memuaskan.
c. Interviews
Interview merupakan prosedur pengukuran kepuasan kerja dengan
melakukan wawancara tatap muka dengan pekerja. Hal ini dilakukan
dengan cara mengajukan pertanyaan secara berhati-hati kepada pekerja
dan mencatat jawabannya secara sistematis.
Sopiah (2011:171) mengklasifikasikan indikator untuk mengukur
kepuasan kerja diantaranya terdiri dari:
a. Pekerjaan itu sendiri (work it self)
Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri merupakan sumber utama
kepuasan. Karyawan cenderung menjadi puas apabila perusahaan
memberikan kepada mereka kesempatan untuk berkreativitas. Selain
kreativitas, pekerjaan yang menarik dan menantang juga merupakan
unsur penting dalam kepuasan kerja. b. Atasan atau pengawasan (supervision)
Pengawasan (supervisi) merupakan sumber penting lain dari kepuasan
kerja. Jika penyelia tidak bekerja dengan baik, maka akan berpengaruh
terhadap ketidakpuasan.
c. Gaji atau upah (pay)
Gaji tidak hanya membantu karyawan memperoleh kebutuhan dasar,
tetapi juga alat untuk memberikan kebutuhan kepuasan pada tingkat yang
lebih tinggi. Karyawan melihat gaji sebagai refleksi dari bagaimana
manajemen memandang kontribusi mereka terhadap karyawan. Oleh
karena itu, ketika individu mempersepsikan bahwa kebijakan sistem
imbalan dilakukan secara adil, maka mereka akan mempunyai
kecenderungan untuk merasa puas dengan pekerjaan.
d. Rekan kerja (workers)
Pada umumnya rekan kerja atau anggota tim yang kooperatif merupakan
sumber kepuasan kerja yang paling sederhana pada karyawan secara
individu. Dukungan, motivasi, perhatian dan tingkat pemahaman
ditunjukkan sabagai suatu proses positif dari sebuah interaksi antar
sesama pegawai dalam organisasi. Gutama et al. (2015:258-259) mengklasifikasikan indikator
kepuasan kerja, diantaranya:
a. Pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan itu sendiri merupakan sumber utama dari kepuasan.
b. Mutu pengawasan supervisi
Perilaku pengawas merupakan hal penting yang menentukan selain dari
kepuasan kerja karyawan itu sendiri. Karyawan akan lebih puas dengan
pemimpin yang lebih bijaksana, memperhatikan kemajuan,
perkembangan dan prestasi kerja dari karyawannya.
c. Gaji atau Upah
Apabila pembayaran adil berdasarkan pada permintaan pekerjaan, tingkat
keterampilan individu, dan standar pembayaran masyarakat pada
umumnya, maka kepuasan kerja yang dihasilkan akan juga tinggi.
d. Rekan Kerja
Pada dasarnya seorang karyawan juga menginginkan adanya perhatian
dari rekan kerjanya, sehingga pekerjaan juga mengisi kebutuhan
karyawan akan interaksi sosial, sehingga pada saat seorang karyawan
memiliki rekan kerja yang saling mendukung dan bersahabat, maka akan
meningkatkan kepuasan kerja karyawan