Keputusan Pembelian (skripsi, tesis, dan manajemen)

Menurut Tjiptono (2011: 24), keputusan pembelian merupakan sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternatif tersebut pada memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.Menurut Kotler dan Amstrong (2016: 177) keputusan pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen yaitu studi tentang bagimana individu, kelompok, dan organisasi untuk memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Dari kedua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen melakukan suatu tindakan untuk

 memutuskan membeli atau tidaknya produk melalui evaluasi dari beberapa alternatif yang tersedia agar konsumen dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan merasakan kepuasan atau ketidakpuasan setelah melakukan pembelian.Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen menurut Kotler dan Amstrong (2014: 149), antara lain sebagai berikut:1.Faktor Budaya Budaya, sub budaya, dan kelas social sangat penting bagi perilaku pembelian karena budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh akan mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya. Masing-masing sub budaya terdiri dari sejumlah sub budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya seperti kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis.2.Faktor SosialSelain ada faktor budaya, perilaku pembellian konsumen juga dipengaruhi oleh faktor social, antara lain:a)Kelompok AcuanKelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen dapat diartikan sebagai kelompok yang dapat memberikan pengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadao sikap atau perilaku seseorang tersebut. Kelompok ini biasanya disebut dengan kelompok keanggotaan,yaitu sebuah kelompok yang dapat memberika pengaruh secara langsung terhadap seseorang.b)KeluargaKeluarga dibedakan menjadi dua bagian dalam sebuah organisasi pembelian konsumen. Pertama keluarga yang dikenal dengan istilah keluarga orientasi. Keluarga jenis ini terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang yang dapat memberikan orientasi agama, politik, dan ekonomi serta ambisi pribadi, harga diri, dan cinta. Kedua,
 keluarga yang terdiri dari pasangan dan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Keluarga jenis ini biasa dikenal dengan kelarga prokreasi.c)Peran dan StatusDalam masyarakat, peran dan status sangat mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Semakin tinggi peran seseorang di dalam sebuah organisasi, maka akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi tersebut dan secara angsung dapat berdampak pada perilaku pembeliannya.3.Faktor PribadiKeputusan konsumen dalam melakukan pembelian juga tidak luput dari pengaruh karakteristik pribadi yang diantaranya usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.4.Faktor PsikologisFaktor terakhir yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah faktor psikologis. Factor ini dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap