Klasifikasi Biaya (skripsi, tesis dan disertasi)

Klasifikasi biaya adalah proses pengelompokan secara sistematis
atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan tertentu yang
lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih penting.
Pada dasarnya biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan pada hal-hal
berikut:
1. Klasifikasi biaya atas dasar objek pengeluaran
Menurut Mulyadi (2010) merupakan klasifikasi paling sederhana,
karena berupa penjelasan singkat dari objek pengeluaran.
Misalnya pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua
pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya
bahan bakar. Klasifikasi biaya ini juga bermanfaat untuk
perencanaan perusahaan secara menyeluruh pada umumnya
untuk kepentingan penyajian laporan keuangan kepada pihak luar
perusahaan.
2. Klasifikasi biaya atas dasar hubungan biaya dengan produk
Menurut Baldric dkk (2013) biaya erat hubungannya dengan
produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Biaya yang terjadi ada
yang dapat dengan mudah ditelusuri ke suatu produk dan ada
yang sulit. Dalam hubungannya dengan produk, biaya dapat
dikelompokkan menjadi dua golongan:
a. Biaya langsung (directcost) adalah biaya yang dapat ditelusuri
ke produk. Contohnya adalah bahan baku. Biaya yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli bahan baku, dapat
dengan mudah ditelusuri ke dalam produk. Pada perusahaan
pembuat ban, karet merupakan bahan baku. Sehingga
perusahaan dapat menelusuri jumlah karet yang digunakan
sekaligus jumlah biaya karet yang diperlukan untuk membuat
satu unit ban.
b. Biaya tidak langsung (indirectcost) adalah biaya yang tidak
dapat secara langsung ditelusuri ke produk. Contohnya adalah
sewa peralatan pabrik. Perusahaan ban, pada contoh
sebelumnya, mencatat besarnya sewa peralatan pabrik untuk
satu tahun. Meskipun demikian. Perusahaan akan kesulitan
dalam menghubungkan antara sewa peralatan pabrik dan
banyaknya ban yang dapat diproduksi.
3. Klasifikasi biaya atas dasar hubungan biaya dengan volume
kegiatan.
Menurut Carter dan Usry (2006) beberapa jenis biaya berubah
secara profesional terhadap perubahan dalam volume produksi
atau output, sementara yang lainnya tetap relatif konstan dalam
jumlah. Kecenderungan biaya untuk berubah terhadap output
harus dipertimbangkan oleh manajemen jika manajemen ingin
sukses dalam merencanakan dan mengendalikan biaya. biaya
diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
a. Biaya variable adalah jumlah total biaya variabel berubah
secara proposional terhadap perubahan aktivitas dalam rentang
yang relevan. Dengan kata lain, biaya variabel menunjukkan
jumlah per unit yang relatif konstan dengan berubahnya
aktivitas dalam rentang yang relevan. Biaya variabel biasanya
dapat dibebankan ke departemen operasi dengan cukup mudah
dan akurat, dan dapat dikendalikan oleh supervisor pada
tingkat operasi tertentu. contohnya adalah biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, upah lembur, bahan bakar,
perlengkapan, royalti, biaya komunikasi.
b. Biaya tetap adalah biaya yang bersifat konstan secara total
dalam rentang yang relevan. Dengan kata lain, biaya tetap per
unit semakin kecil seiring dengan meningkatnya aktivitas
dalam rentang yang relevan. contohnya adalah gaji direktur
produksi, biaya sewa bangunan atau pabrik, asuransi pabrik,
depresiasi gedung pabrik, pajak properti, pemeliharaan dan
perbaikan gedung dan bangunan. .
c. Biaya campuran adalah biaya yang jumlahnya terpengaruh oleh
volume kegiatan perusahaan tetapi tidak secara proposional.
Bila tidak ada kegiatan atau volume kegiatan nol biaya
campuran tidak akan menjadi nol, Tetapi bila volume kegiatan
bertambah banyak, biaya campuran akan bertambah banyak.
Contohnya tagihan listrik, biaya telepon, biaya angkutan,
asuransi kompensasi, asuransi kecelakaan dan kesehatan,
pemeliharaan dan perbaikan mesin-mesin pabrik.
4. Klasifikasi biaya atas dasar manfaat
Menurut Mulyadi (2010) atas dasar jangka waktu manfaatnya,
biaya dapat dibagi menjadi dua:
a. Biaya pengeluaran modal .
Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat
lebih dari satu periode akuntansi (periode akuntansi adalah
satu tahun kalender). Pengeluaran modal ini pada saat
terjadinya dibebankan sebagai kos aktiva, dan dibebankan
dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara
depresiasi, diamortisasi atau dideplesi. Contohnya yaitu
pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap, untuk reparasi
besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi besar – besaran,
untuk riset dan pengembangan produk.
b. Biaya pengeluaran penghasilan .
Pengeluaran penghasilan adalah biaya yang mempunyai
manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran
tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini
dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan
pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.
Contohnya yaitu biaya iklan, biaya tenaga kerja
5. Klasifikasi biaya atas dasar fungsi-fungsi pokok dalam
perusahaan
Menurut Mulyadi (2010) biaya-biaya dalam manufaktur atas
dasar fungsi – fungsi pokok dalam perusahaan dapat digolongkan
sebagai berikut: 1) biaya produksi yaitu biaya–biaya yang terjadi
untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual.
2) biaya administrasi dan umum yaitu biaya-biaya untuk
mengkoordinasi kegiatan produk dan pemasaran produk. 3) biaya
pemasaran yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan
kegiatan pemasaran produk.