Menurut Baldric dkk (2013) menyatakan biaya produksi adalah
biaya yang terjadi untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi.
Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Klasifikasi biaya produksi sebagai berikut:
1. Biaya bahan baku
Biaya bahan baku merupakan besarnya nilai bahan baku
yang dimasukkan ke dalam proses produksi untuk diubah menjadi
barang jadi. Biaya bahan baku merupakan bagian penting biaya
barang yang digunakan untuk memproduksi barang jadi. Contoh:
kayu merupakan bahan baku langsung dari perusahaan mebel dan
kertas merupakan bahan baku dari perusahaan buku. Karena pada
kayu maupun kertas memiliki nilai bahan yang paling banyak
dalam pembuatan produk. Biaya bahan penolong merupakan
bahan yang tidak dapat diidentifikasi ke produk atau bahan yang
nilainya relatif tidak signifikan dibandingkan dengan nilai produk
jadi. Contoh: kertas amplas dan paku pada perusahaan mebel,
tinta dan lem pada perusahaan buku. Karena jumlahnya tidak
material, dianggap sebagai bahan penolong dan akan
dikelompokkan ke dalam biaya overhead pabrik.
Dalam penentuan biaya bahan baku terdapat beberapa
metode untuk mengatasi masalah perubahan harga bahan dalam
kaitannya dengan penentuan biaya bahan yang digunakan, yaitu
sebagai berikut:
a. Metode identifikasi khusus, biaya bahan yang digunakan
diidentifikasi sesuai dengan harga perolehannya pada saat
dibeli.
b. Metode rata-rata, biaya bahan yang digunakan ditentukan
berdasarkan harga perolehan rata-rata bahan tersebut.
c. Metode masuk pertama keluar pertama (MPKP), biaya bahan
yang digunakan diasumsikan berasal dari harga perolehan
bahan yang lebih dahulu dibeli.
d. Metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP), biaya bahan
yang digunakan diasumsikan berasal dari harga perolehan
bahan yang lebih akhir dibeli.
2. Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja langsung adalah besarnya biaya yang
terjadi untuk menggunakan tenaga karyawan dalam mengerjakan
proses produksi. Biaya tenaga kerja langsung dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu biaya tenaga kerja langsung dan
biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tenaga kerja langsung
adalah biaya tenaga kerja yang secara langsung berhubungan
dengan produksi barang jadi. Upah para pemotong kain dalam
perusahaan pakaian, upah karyawan bagian produksi, dan upah
karyawan bagian pembungkus akhir barang jadi adalah contoh
biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya tenaga kerja tidak
langsung adalah upah gaji tenaga kerja yang tidak berhubungan
langsung dengan produksi barang jadi. Biaya tenaga kerja tidak
langsung dikelompokkan sebagai biaya overhead pabrik. Contoh
biaya tenaga kerja tidak langsung adalah gaji mandor dan gaji
kepala bagian produksi.
3. Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang terjadi di
pabrik selain biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja
langsung. Biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja tidak
langsung adalah biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik
lain adalah sewa pabrik, depresiasi peralatan pabrik, dan asuransi
pabrik. Biaya overhead pabrik sulit ditelusuri ke suatu produk,
beberapa permasalahan yang terjadi menyangkut biaya overhead
pabrik salah satunya adalah waktu terjadinya biaya overhead
pabrik yang tidak sama. Ada biaya overhead pabrik yang terjadi
secara musiman, seperti perbaikan dan pemeliharaan mesin. Ada
biaya overhead pabrik yang dicatat di akhir periode, seperti biaya
depresiasi dan biaya asuransi. Tetapi, ada pula biaya overhead
yang terjadi akibat dipicu proses produksi, seperti biaya bahan
penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
Adanya permasalahan menyebabkan perusahaan harus
membuat kebijakan untuk membebankan biaya overhead pabrik
berdasarkan tarif yang ditentukan di muka, yaitu tarif yang
digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik. Dasar
pembebanan dapat menggunakan jam kerja mesin, jam tenaga
kerja, biaya tenaga kerja, dan lain-lain
