Klasifikasi Penjadwalan (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Pinedo (2002) mengklasifikasikan penjadwalan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Penjadwalan mesin tunggal
  2. Penjadwala mesin pararel

Penjadwalan mesin pararel dapat dikelompokkan menjadi beberapa, yaitu:

  1. Penjadwalan n job pada mesin pararel identik

Pada penjadwalan jenis ini beban akan dialokasikan ke mesin yang kosong terlebih dabulu.

  1. Penadwalan n job pada mesin pararel non identik

Pada penjadwalan ini setiap mesin mempunyai fungsi yang sama tetapi waktu proses yang berbeda.

  1. Penjadwalan n job pada mesin pararel unrelated
    metode yang dapat digunakan pada penjadwalan mesin pararel, antara lain:
  2. Aturan LPT (Longest Processing Time)

Tujuan dan penggunaan aturan ini adalah untuk meminimasi makespan.

  1. Aturan SPT (Shortest Processing Time)

Tujuan dari penggunaan aturan ini adalah untuk meminimasi completion time.

  1. Atunan LRPT (Longest Remaining Processing Time)

Tujuan dari penggunaan aturan ini adalah untuk meminimasi maksimum lateness

  1. Penjadwalan flow shop dan flexible flow shop

Pada penjadwalan flow shop terdapat m mesin serial dimana masing-masing job harus melewati setiap mesin dan melewati rute yang sama. Flexible flow shop adalah perluasan dan flow shop dan mesin paralel. Pada kasus ini terdapat m mesin seri dengan c stage seri dengan sejumlah mesin identik untuk setiap stage. Menurut Baker (1974) penjadwalan flow shop merupakan suatu pergerakan unit-unit yang terus-menerus melalui suatu rangkaian stasiun – stasiun kerja yang disusun berdasarkan produk. Susunan suatu proses produksi jenis ini dapat diterapkan dengan tepat untuk produk – produk dengan design yang stabil dan diproduksi dalam skala yang besar. Pada penjadwalan flow shop ditemukan adanya beberapa masalah yang kritis yaitu:

  1. Pengelompokan tugas – tugas yang dibutuhkan dalam stasiun kerja sehingga dicapai kesetimbangan pada tingkat output dan memenuhi pembatasan urutan.
  2. Ketegangan yang diakibatkan susunan aliran lini terhadap pekerja. Pekerja akan bosan karena terbatasnya variasi kerja pada tiap stasiun dan panjang rentang pengendalian sepanjang lintasannya.
  3. Prioritas order pada flow shop dipengaruhi terutama pada pengirimnya dibandingkan tanggal pemrosesan.
    Dengan syarat : Flow shop hanya digunakan khusus untuk satu produk.
  4. Penjadwalan job shop dan flexible job shop
    Dalam penjadwalan job shop, terdapat m mesin dimana setiap job memiliki rute produksi yang harus diikuti. Mesin dapat digunakan lebih dari satu kali untuk memproses job yang sama. Kondisi ini sering disebut dengan Flexible job shop adalah perluasan dari job shop dan mesin paralel. Pada kasus ini terdapat m mesin seri dengan c stasiun kerja dengan sejumlah mesin identik untuk setiap stasiun kerja.

Menurut Ginting (2009), penjadwalan pada proses produksi tipe job shop lebih sulit dibandingkan penjadwalan pada proses produksi tipe flow shop. Hal ini disebabkan oleh 3(tiga) alasan, yaitu :

  1. Job shop menangani variasi produk yang sangat banyak. dengan pola aliran yang berbda-beda melalui pusat – pusat kerja.
  2. Peralatan pada job shop digunakan bersama-sama oleh bermacam – macam order pada prosesnya.
  3. Job yang berbeda mungkin ditentukan oleh prioritas yang berbeda pula. Hal ini mengakibatkan produk tertentu yang dipilih harus diproses seketika pada saat order tersebut ditugaskan pada suatu pusat kerja.

Pada penjadwalan job shop ada dua permasalahan utama yang harus diperhatikan, yaitu permasalahan pada job loading dan job sequencing.

  1. Job shop loading

Kegiatan awal yang dilakukan ketika ada order pada suatu job shop adalah menugaskan order-order tersebut kepada bermacam-macam pusat kerja untuk diproses. Suatu industri sering melakukan pemisahan job dan menugaskan bagian-bagian terpisah dari job tersebut kepada pusat – pusat yang berbeda untuk tujuan meningkatkan utilisasi sumber daya. Loading dengan metode penugasan merupakan suatu cara pembebanan pekerja-pekerja untuk job-job yang tersedia dengan tujuan minimasi total waktu kerja atau total biaya kerja.

  1. Job shop sequencing

Kegiatan yang dilakukan setelah job ditugaskan pada pusat kerja tertentu adalah menentukan urutan-urutan memprosesnya. Pemrosesan order merupakan hal yang penting karena mempengaruhi lamanya job akan diproses dalam sistem tertentu. Penjadwalan job shop meliputi aturan-aturan prioritas sequencing. Aturan-aturan ini diaplikasikan untuk seluruh job yang sedang menunggu dalam antrian. Pemilihan prioritas sequencing mempertimbangkan efisiensi penggunaan fasilitas dengan kriteria antara lain biaya set up, biaya persediaan WIP, waktu menganggur stasiun kerja, persentase waktu menganggur, dan rata-rata jumlah job yang menunggu.

  1. Pejadwalan open shop

Penjadwalan ini diterapkan untuk kasus m mesin dimana setiap job harus diproses lagi untuk setiap mesin. Akan tetapi waktu proses dapat bernilai nol. Tidak ada batasan urutan produksi untuk setiap Job, setiap job memiliki urutan proses yang berbeda pula.