a.) Akumulasi Biaya
Metode akumulasi biaya yang sering digunakan secara luas menurut
Mulyadi (2007) terdiri dari : Metode harga pokok pesanan (job order
costing) dan Metode harga pokok proses (process costing).
1. Metode harga pokok proses
Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh
karakteristik proses produk perusahaan. Dalam perusahaan yang
berproduksi massal, karakteristik produksinya meliputi :
1. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar.
2. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama.
3. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkanya perintah
produksi yang berisi rencana produksi produk standar
untuk jangka waktu tertentu.
2. Metode harga pokok pesanan
Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan
mempunyai pengaruh terhadap pengumpulan biaya produksinya.
Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga pokok
pesanan yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya
berdasarkan pesanan memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai
dengan spesifikasi.
2. Pemesanan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga
pokok produksinya secara individual.
3. Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan
hubungannya dengan produk.
4. Menjadi dua kelompok yaitu biaya produksi langsung
(biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung) dan
produksi tidak langsung (biaya overhead pabrik).
5. Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga
pokok produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik
diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan
berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
6. Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan
selesai diproduksi.
7. Dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang
dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit
produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.
Horngren (2008) menyatakan bahwa pada job costing sistem
objek biaya adalah unit atau multi unit dari produk atau jasa yang
kas yang disebut pekerjaan. Mulyadi (2010) menjelaskan bahwa
metode harga pokok pesanan adalah cara penentuan harga pokok
produk di mana biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan
tertentu dan harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara
membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan
jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.
Menurut Daljono (2011) pada metode harga pokok pesanan,
yang menjadi objek biaya (cost object) adalah unit produk
individual, batch, atau kelompok produk dalam satu job.
Umumnya manajer menghendaki adanya informasi tentang berapa
harga pokok produk untuk setiap jenis produk/batch, kelompok
atau setiap kelompok pesanan, karena setiap
pesanan/kelompok/job tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda.
