Kepemilikan Manajerial (skripsi dan tesis)

Kepemilikan manajerial adalah jumlah kepemilikan saham oleh pihak
manajemen dari seluruh modal saham perusahaan (Gideon, 2005). Kepemilikan
saham oleh manajer akan mempengaruhi kinerja manajer dalam menjalankan
operasional perusahaan (Jensen dan Meckling dalam Widarjo dkk, 2010). Manajer
yang memiliki saham dalam perusahaan akan berusaha meningkatkan kinerja
perusahaan, karena dengan meningkatnya laba perusahaan maka insentif yang
diterima oleh manajer akan meningkat pula. Anggraini (2006) menyimpulkan
bahwa semakin besar kepemilikan manajer di dalam perusahaan, maka
perusahaan akan semakin banyak mengungkapkan informasi sosial. Ketika
kepemilikan saham oleh manajemen rendah maka ada kecenderungan akan
terjadinya perilaku opportunistic manajer yang akan meningkat juga (Jensen dan
Meckling, 1976 dalam Ika, 2010; dalam Puspaningrum, 2014).
Asumsi utama dari teori keagenan bahwa tujuan prinsipal dan tujuan agen
yang berbeda dapat memunculkan agency conflict. Manajer perusahaan cenderung
mengejar tujuan pribadinya sendiri, misalnya untuk memperoleh bonus setinggi
mungkin (Warsono dkk, 2009 dalam Puspaningrum, 2014). Manajer hanya
memfokuskan diri pada proyek dan investasi yang akan memberikan laba besar
dalam jangka waktu yang pendek daripada memaksimalkan kesejahteraan
pemegang saham dengan berinvestasi pada proyek yang menguntungkan dalam
jangka panjang. Pemegang saham tidak menyukai kepentingan pribadi dari
manajer karena akan menambah biaya bagi perusahaan sehingga menyebabkan
penurunan keuntungan perusahaan (Jensen dan Meckeling, 1976 dalam Ika, 2010;
dalam Puspaningrum, 2014). Dengan adanya peningkatan kepemilikan
manajemen terhadap saham perusahaan, maka dapat menyelaraskan perbedaan
kepentingan antara manajemen dan pemegang saham lainnya sehingga
permasalahan antara agen dan prinsipal akan hilang. Diharapkan manajer akan
merasakan langsung manfaat dari setiap keputusan yang diambilnya, begitu pula
bila terjadi kesalahan maka manajer juga menanggung kerugian sebagai salah satu
konsekuensi dari kepemilikan saham.