Tantangan dalam Menerapkan Reward System (skripsi dan tesis)

Menurut Veithzal Rivai (2009), tantangan yang dihadapi organisasi dalam menerapkan reward system (sistem kompensasi) adalah : a) Perilaku yang tidak etis. Karena ada tekanan untuk berprestasi, insentif dapat mendorong karyawan untuk berbohong, menutupnutupi informasi negatif, menjatuhkan rekan sendiri hanya agar telihat lebih baik. b) Efek negatif dari semangat bekerjasama. Karyawan dapat menahan informasi bilamana mereka merasa bahwa apabila informasi tersebut disampaikan kepada rekannya, hal tersebut akan membuat rekan kerjanya berprestasi. c) Kesulitan dalam penilaian kinerja. Pada level karyawan, atasan yang menilai harus berusaha memilah kinerja individu dan kontribusi kelompok dan menghindari penilaian berdasarkan bias personalitas (misalnya menilai terlalu lunak atau terlalu keras). d) Ketidakpuasan pekerjaan dan stress. Sistem kompensasi dapat meningkatkan produktifitas namun menurunkan tingkat kepuasan kerja. Semakin pembayaran insentif dikaitkan dengan kinerja, semakin banyak unit / kelompok yang tidak kompak dan semakin karyawan tidak bahagia. Hal tersebut terjadi karena masing-masing kelompok menonjolkan diri dan menjatuhkan kelompok kerja lainnya. e) Potensi penurunan dorongan intrinsik. Reward system dapat mendorong karyawan untuk melakukan apa saja untuk mendapatkan insentif uang dan dalam prosesnya merusak bakat dan kreatifitasnya, sehingga karyawan yang tadinya bekerja dan membantu perusahaan tanpa terkait uang, akan menolak melakukan pekerjaan bila tidak ada imbalan uang.