Teori Moral Kognitif (skripsi dan tesis)

Teori perkembangan moral (moral development), pada awalnya
dikemukakan oleh Pieget (1932) dalam bukunya, The Moral Judgement of
a Child yang menjelaskan perkembangan moral dan keputusan anak.
Perkembangan kognitif Pieget merupakan salah satu teori yang
menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan pada
objek dan kejadian yang ada di sekitar lingkungannya.
Salah satu teori perkembagan moral yang banyak digunakan dalam
penelitian etika adalah model Kohlberg. Pada tahun 1969, Kohlberg
meneliti bagaimana cara berpikir anak-anak berdasarkan pada pengalaman
yang meliputi pemahaman konsep moral, seperti justice, rights, equality,
dan human welfare. Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan
moral kognitif anak muda (young males).
Dalam perkembangannya menurut Kohlberg (1969)
mengungkapkan bahwa untuk mengukur tinggi rendanya moral sesorang
adalah perkembangan penalaran moralnya. Berdasarkan pada penalaran
tentang dilema moral, Kohlberg percaya bahwa tingkat perkembangan
moral memiliki tiga tingkatan, dimana setiap tingkatannya ditandai oleh
dua tahap. Penalaran yang diberikan pada individu di setiap tahapan
perkembangan moral akan berpengaruh dengan adanya pengetahuan yang
dimiliki. Kohlberg (1969) juga mengkategorisasi dan mengklasifikasi
respon dari tindakan-tindakan tersebut ke dalam tiga tahap yang berbeda.
Tahapan yang paling rendah (pre-conventional), individu akan
melakukan suatu tindakan karena takut kepada hukum/peraturan yang
telah ditetapkan. Pada level moral suatu individu akan memandang
kepentingan pribadinya sebagai hal yang utama dalam melakukan suatu
tindakan. Pada tahap kedua (conventional), individu akan melakukan
tindakannya berdasarkan persetujuan teman-teman dan keluarga serta pada
norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pada tahap tertinggi (postconventional), individu akan melakukan tindakannya berdasar dengan
memperhatikan kepentingan orang lain dan tindakannya berdasarkan pada
hukum-hukum yang universal.