Pengertian Manajemen Rantai Pasokan (skripsi dan tesis)

Manajemen rantai pasokan merupakan salah satu keputusan manajemen operasi yang mengelola berbagai aktivitas mulai dari pengadaan bahan baku sampai dengan mengirimkan barang jadi ke konsumen akhir. Menurut Johnson dkk. (2011:6) manajemen rantai pasokan adalah sebuah pendekatan sistem untuk mengelola seluruh aliran informasi, bahan baku, dan jasa dari pemasok bahan baku ke pabrik, gudang, dan konsumen akhir. Menurut Heizer dan Render (2010:4) manajemen rantai pasokan adalah integrasi berbagai aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman produk melalui suatu sistem distribusi. Siahaya (2013:12) menyatakan manajemen rantai pasokan adalah : “Pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, pergudangan, transportasi, distribusi, retail, dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.”   Chopra dan Meindl (2013:13) menyatakan: “Rantai pasokan terdiri dari semua bagian yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan konsumen. Rantai pasokan tidak hanya mencakup suppliers dan manufacturers, tetapi juga transporters, warehouses, retailers, dan end customers.” Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen rantai pasokan adalah suatu sistem integrasi yang mengelola aliran informasi, bahan baku, dan jasa dari mulai pemasok, manufaktur, distributor, gudang, retail, hingga ke konsumen akhir. Manajemen rantai pasokan merupakan suatu mekanisme untuk meningkatkan produktivitas perusahaan yang tergabung dalam suatu rantai pasokan melalui optimalisasi kualitas, biaya, dan waktu