Strategi Manajemen Stres (skripsi dan tesis)

Menurut Sopiah (2008:94) ada lima hal yang harus diperlihatkan dalam strategi
menajemen stress, yaitu:
1) Remove the stressor,
Ada banyak cara untuk menghilangkan sumber stres di tempat kerja. Salah
satu solusi terbaik adalah dengan memberdayakan para pegawai sehingga
mereka memiliki kontrol yang lebih atas pekerjaan dan lingkungan pekerjaan
mereka. Sumber stres yang berhubungan dengan tugas dapat diminimumkan
lebih efektif melalui seleksi dan penempatan pegawai sehingga persyaratan
pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka. Family friendly and work/life
initiative menghilangkan atau mengurangi stressor yang menyebabkan time
based conflict.
Lima hal yang lazim dalam family friendly and work/life initiative antara
lain :
a) Penggunaan/pemanfaatan waktu yang fleksibel
Beberapa perusahaan mengajak pegawainya untuk menentukan kapan
mulai dan berakhirnya waktu kerja sehingga mereka dapat lebih mudah
menyesuaikan antara aktivitas pribadi dan pekerjaan.
b) Job Sharing
Yakni memisahkan posisi karier antara dua orang sehingga mereka yang
mengalami stres lebih sedikit di antara pekerjaan dan keluarga.
c) Telecommuting
Telecommuting adalah bekerja dari rumah, biasanya dilakukan dengan
menghubungkan komputer ke kantor sehingga mudah untuk menukar
kegiatan pekerjaan dan bukan pekerjaan, dan sebagainya.
2) Withdraw with the stressor
Para pegawai biasanya mengalami stres ketika tinggal dan bekerja
dalam kultur yang berbeda. Tidak cukup dengan asumsi-asumsi dan
harapan yang umum. Para ekspatriat harus membayar kontan – bagaimana
cara berpikir, bersikap dan bertindaknya dipersepsikan atau direspons
lingkungannya. Perlu waktu dan keinginan yang kuat agar mampu
beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru.
3) Change stress perception
Tingkat stres yang dialami pegawau dalam situasi yang sama
mungkin berbeda antara satu individu dengan yang lain. Hal ini
disebabkan adanya perbedaan persepsi. Oleh karena itu sebenarnya stres
dapat diminimumkan melalui perubahan persepsi atas situasi yang ada.
Kita dapat memperkuat self efficacy dan self esteem kita sehingga dapat
menerima pekerjaan sebagai tantangan dan bukan ancaman.
4) Control stress consequences
Kadang-kadang para pegawai tidak dapat mengendalikan stres
yang dialaminya. Mereka seringkali membutuhkan bantuan untuk
mengatasi stres dengan perilaku disfungsional seperti mengkonsumsi
alkohol dan obat-obatan terlarang. Program gaya hidup sehat akan
membantu pegawai belajar bagaimana hidup yang sehat. Mengendalikan
stres dengan baik tentu sangat bermanfaat, walau tidak semua orang
mampu melakukannya. Kebanyakan orang memerlukan orang lain untuk
membantunya agar dapat mengatasinya dengan baik.
5) Receive social support
Dukungan lingkungan sekitar dapat mengurangi stres yang dialami
seseorang. Dalam suatu organisasi, ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk
memberikan dukungan kepada pegawai yang mengalami stres, yaitu:
pertama, memperbaiki persepsi mereka bahwa mereka bernilai dan
berguna. Kedua, menyediakan informasu untuk membantunya memahami
masalah sesungguhnya yang memungkinkan untuk menghilangkan sumber
stres. Ketiga, dukungan emosional dari yang lain dapat secara langsung
membantu mengurangi stres.