Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention (skripsi dan tesis)

Kepuasan kerja karyawan merupakan bagian yang sangat penting untuk
diperhatikan oleh perusahaan. Karyawan yang merasa puas dalam bekerja
biasanya akan bertahan di perusahaan itu dan mampu bekerja untuk lebih
produktif. Ketidakpuasan kerja sering diidentifikasikan sebagai suatu alasan
yang menyebabkan individu meninggalkan pekerjaannya. (Saputro dkk,
2016). Teori yang melandasi hubungan antara kepuasan dengan turnover
intention adalah teori yang diungkapkan Hanafiah (2014) keinginan untuk
berpindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya, dipengaruhi oleh
aspek kepuasan kerja yang meliputi kepuasan atas supervisi yang diterima,
kepuasan upah dan promosi, kepuasan dengan rekan kerja, dan kepuasan
akan pekerjan. Tidak adanya kepuasan kerja yang dimiliki oleh karyawan
akan mempengaruhi kondisi karyawan tersebut dan akibatnya cenderung
meningkatkan turnover intention.
Jika kepuasan kerja pada perusahaan meningkat maka turnover intention
akan menurun, begitu sebaliknya jika kepuasan kerja pada perusahaan akan
menurun maka turnover intention akan meningkat. Artinya jika karyawan
merasa sudah puas atas apa yang diberikan oleh perusahaan, maka tidak
akan timbulnya rasa keinginan berpindah kerja atau turnover intention pada
karyawan. Penelitian mengenai pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover
intention juga pernah dilakukan Andini (2006) yang menghasilkan
kesimpulan bahwa kepuasan kerja mempunyai pengaruh negatif dengan
turnover intentions.