Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja (skripsi dan tesis)

Baik atau buruknya kinerja seorang karyawan dapat di pengaruhi oleh
sejumlah faktor. Menurut Anwar (2013: 67) terdapat dua faktor yang
mempengaruhi pencapaian kinerja, yaitu:
1. Faktor kemampuan (ability)
Secara psikologis, manusia memiliki dua kemampuan yaitu
kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality. Kemampuan reality
merupakan penggabungan antara knowledge (pengetahuan) dan skill
(keterampilan). Untuk dapat mencapai kinerja yang baik, maka
karyawan harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan
yang dilakukannya.
2. Faktor Motivasi (motivation)
Tiap karyawan dalam organisasi memiliki motivasi di dalam dirinya
untuk bekerja dalam mencapai tujuannya. Motivasi terbentuk dari sikap
seorang pegawai dalam menghadapi situasi kerja yang menggerakkan
dirinya secara terarah untuk mencapai tujuan kerjanya dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi. Motivasi karyawan untuk bekerja
biasanya terbentuk karena adanya alasan-alasan tertentu, misalnya
untuk memperoleh gaji, hadiah dan lain-lain.
Sementara menurut Kasmir (2016: 189) faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan dan keahlian
Merupakan kemampuan atau skill yang dimiliki seseorang dalam
melakukan suatu pekerjaan. Semakin memiliki kemampuan dan
keahlian maka akan dapat menyelesaikan pekerjannya secara benar,
sesuai dengan yang telah ditetapkan.
2. Pengetahuan
Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara baik
akan memberikan hasil pekerjaan yang baik, demikian pula sebaliknya.
Artinya dengan mengetahui pengetahuan tentang pekerjaan akan
memudahkan seseorang untuk melakukan pekerjaannya.
3. Rancangan Kerja
Merupakan rancangan pekerjaan yang akan memudahkan karyawan
dalam mencapai tujuannya. Artinya jika suatu pekerjaan memiliki
rancangan yang baik, maka akan memudahkan untuk menjalankan
pekerjaan tersebut secara tepat dan benar. Pada dasarnya rancangan
pekerjaan diciptakan untuk memudahkan karyawan dalam melakukan
pekerjannya. Dengan demikian, rancangan pekerjaan akan mampu
meningkatkan kinerja karyawannya.
4. Kepribadian
Yaitu kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki seseorang.
Setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda satu
sama lainnya. Seseorang yang memiliki kepribadian atau karakter yang
baik, akan dapat melakukan pekerjaan secara sungguh-sungguh penuh
tanggung jawab sehingga hasil pekerjaannya juga baik. Demikian pula
sebaliknya bagi karyawan yang memiliki kepribadian atau karakter
yang buruk, akan bekerja secara tidak sungguh-sungguh dan kurang
bertanggung jawab dan pada akhirnya hasil pekerjaannya pun tidak
atau kurang baik dan tentu saja hal ini akan mempengaruhi kinerja yang
ikut buruk pula.
5. Motivasi kerja
Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan
pekerjaan. Jika karyawan memiliki dorongan yang kuat dari dalam
dirinya atau dorongan dari luar dirinya (misalnya dari pihak
perusahaan), maka karyawan akan terdorong untuk melakukan sesuatu
dengan baik. Makin termotivasi seseorang untuk melakukan suatu
pekerjaan maka kinerja pun akan meningkat.
6. Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan perilaku seorang pemimpin dalam
mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan
tugas dan tanggung jawab yang diberikannya. Sebagai contoh perilaku
pemimpin yang menyenangkan, mengayomi, mendidik dan
membimbing tentu akan membuat karyawan senang dengan mengikuti
apa yang diperintahkan oleh atasannya.
7. Budaya Organisasi
Merupakan kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma yang berlaku dan
dimiliki oleh suatu organisasi. Kebiasaan ini mengatur hal-hal yang
berlaku dan diterima secara umum serta harus dipatuhi oleh segenap
anggota suatu organisasi. Kepatuhan anggota organisasi untuk menuruti
atau mengikuti kebiasaan ini akan mempengaruhi kinerja seseorang.
8. Lingkungan kerja
Merupakan suasana atau kondisi di sekitar lokasi tempat bekerja.
Lingkungan kerja dapat berupa ruangan, layout, sarana dan prasarana,
serta hubungan kerja dengan sesama rekan kerja. Jika lingkungan kerja
dapat membuat suasana nyaman maka akan membuat suasana kerja
menjadi kondusif, sehingga dapat meningkatkan hasil kerja seseorang
menjadi lebih baik.