Definisi Ketidakamanan Bekerja (skripsi dan tesis)

Banyak pengertian yang diberikan oleh para ahli mengenai definisi dari
ketidakamanan bekerja. Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (dalam De Witte,
2014) mendefenisikan ketidakaman kerja sebagai rasa ketidakberdayaan untuk
mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam situasi pekerjaan
yang mengancam. Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (dalam Sulistyawati,
Nurthajjanti, Prihatsani, 2012) Ketidakamanan kerja juga didefenisikan
sebagai fenomena yang lebih kompleks yang bukan hanya terdiri dari
ketakutan akan kehilangan pekerjaan, namun juga meliputi ketakutan
kehilangan dimensi-dimensi atau fasilitas yang bernilai dari suatu pekerjaan
yang meliputi stabilitas kerja, penilaian kerja yang positif dan promosi.
Smithson dan Lewis (2000) mengartikan ketidakamanan kerja sebagai
kondisi psikologis seseorang (karyawan) yang menunjukkan rasa bingung atau
merasa tidak aman dikarenakan kondisi lingkungan yang berubah-rubah.
Kondisi ini muncul karena banyaknya jenis pekerjaan yang sifatnya sesaat
atau pekerjaan kontrak. Makin banyaknya jenis pekerjaan dengan durasi
waktu yang sementara atau tidak permanen menyebabkan semakin banyaknya
karyawan yang mengalami ketidakamanan kerja. Sementara itu, Menurut
Saylor (dalam Hermawar, 2016) ketidakamanan kerja juga diartikan sebagai
perasaan tegang, gelisah, khawatir, stress, dan merasa tidak pasti dalam
kaitannya dengan sifat dan keberadaan pekerjaan selanjutnya yang dirasakan
pada pekerja.
Rowntree (dalam Hanafiah, 2014) juga menjelaskan ketidakamanan
kerja sebagai kondisi yang berhubungan dengan rasa takut seseorang akan
kehilangan pekerjaan atau prospek akan demosi atau penurunan jabatan
sebagai ancaman lainnya terhadap kondisi kerja yang berasosiasi dengan
menurunnya kepuasan kerja. Ketidakamanan kerja juga dapat didefenisiskan
sebagai ketidakamanan yang dihasilkan dari ancaman terhadap kontinuitas
atau keberlangsungan kerja seseorang (Reisel, 2002).