Aspek Dalam Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)

Menurut Weiss (dalam Maslihah, 2011) membagi dukungan sosial ke dalam enam bagian yang mberasal dari hubungan dengan individu lain, yaitu: guidance, reliable alliance, attachment, reassurance of worth, social integration, dan opportunity to provide nurturance. Komponen-komponen itu sendiri dikelompokkan ke dalam 2 bentuk, yaitu instrumental support dan emotional support. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai enam komponen dukungan sosial dari Weiss (dalam Maslihah, 2011):

  1. Instrumental Support
    • Reliable alliance, merupakan pengetahuan yang dimiliki individu bahwa ia dapat mengandalkan bantuan yang nyata ketika dibutuhkan. Individu yang menerima bantuan ini akan merasa tenang karena ia menyadari ada orang yang dapat diandalkan untuk menolongnya bila ia menghadapi masalah dan kesulitan.
    • Guidance (bimbingan) adalah dukungan sosial berupa nasehat dan informasi dari sumber yang dapat dipercaya. Dukungan ini juga dapat berupa pemberian feedback (umpan balik) atas sesuatu yang telah dilakukan individu (Sarafino, dalam Sari dan Ratnaningsih 2016).
  2. Emotional Support
  • Reassurance of worth

Dukungan sosial ini berbentuk pengakuan atau penghargaan terhadap kemampuan dan kualitas individu (Cutrona, dalam Maslihah, 2011). Dukungan ini akan membuat individu merasa dirinya diterima dan dihargai. Contoh dari dukungan ini misalnya memberikan pujian kepada individu karena telah melakukan sesuatu dengan baik.

  • Attachment

Dukungan ini berupa pengekspresian dari kasih sayang dan cinta yang diterima individu (Cutrona, dalam Maslihah, 2011) yang dapat memberikan rasa aman kepada individu yang menerima. Kedekatan dan intimacy merupakan bentuk dari dukungan ini karena kedekatan dan intimacy dapat memberikan rasa aman.

  • Social Integration

Cutrona, (dalam Maslihah, 2011) dikatakan dukungan ini berbentuk kesamaan minat dan perhatian serta rasa memiliki dalam suatu kelompok.

  • Opportunity to provide nurturance

Dukungan ini berupa perasaan individu bahwa ia dibutuhkan oleh orang lain.

MenurutĀ  Johnson dan Johnson (dalam Saputra, 2014) bahwa dukungan sosial adalah transaksi interpersonal yang memiliki empat aspek :

  1. Perhatian emosi, dukungan dalam bentuk kelekatan, kehangatan, kepedulian, dan ungkapan empati sehingga timbul keyakinan bahwa individu yang bersangkutan dicintai dan diprhatikan.
  2. Bantuan instrumental, berwujud barang, pelayanan, keukangan, peralatan, bantuan melaksanakan aktivitas dan memberikan waktu luang.
  3. Bantuan informasi, bantuan yang berupa nasehat, bimbingan, dan pemberian informasi dalam mengatasi masalah.
  4. Bantuan penilaian terwujud penghargaan, umpan balik, afirmasi (penguat), dan perbandingan sosial untuk evaluasi diri.

Cutrona dan Russel (dalam Maslihah, 2011) mengemukakan terdapat lima aspek dasar dukungan sosial teman sebaya diantaranya:

  1. Emotional support

Emotional support merupakan representasi dari hadirnya perasan nyaman dan terlindungi yang diperoleh dari orang lain selama mengalami stres, mengarahkan individu untuk merasa bahwa dirinya diperhatikan oleh orang lain.

  1. Social integration

Social integration mengacu pada perasaan seseorang bahwa ia merupakan bagian dari sebuah kelompok yang anggotanya memiliki kepentingan dan perhatian yang sama. Hubungan tersebut merefleksikan pertemanan yang lebih santai, yang memungkinkan seseorang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan rekreasi.

  1. Esteem support

Esteem support mewakili penguatan kompetensi dan kepercayaan diri seseorang oleh orang lain. Pemberian tanggapan positif pada skill dan kemampuan individu atau mengungkapkan kepercayaan bahwa individu tersebut mampu ngatasi situasi tress yang dialaminya.

  1. Tangible aid

Tangible aid mengacu pada bantuan dalam bentuk nyata seperti bantuan keuangan dan bantuan fisik untuk mengatasi situasi stress.

  1. Informational support

Informational support yaitu pemberian nasihat dan panduan kepada individu dengan mempertimbangkan solusi yang mungkin untuk mengatasi suatu masalah

Berdasarkan urain di atas maka peneliti akan menggunakan aspek dukungan sosial yang diuraikan oleh Weiss (dalam Maslihah, 2011): guidance, reliable alliance, attachment, reassurance of worth, social integration, dan opportunity to provide nurturance. Komponen-komponen itu sendiri dikelompokkan ke dalam 2 bentuk, yaitu instrumental support dan emotional support.