Pengertian Kematangan Karir (skripsi dan tesis)

Kematangan karir pada dasarnya merupakan suatu persepsi
mengenai perkembangan karir yang dialami oleh setiap individu.
Perkembangan karir tersebut tentunya mengalami suatu perbedaan yang
disebabkan berbagai faktor-faktor dan keadaan psikologis pada setiap
individu itu. Hal tersebut juga sependapat dengan Tekke & Ghani (2013:
101) bahwa kematangan karir merupakan faktor penting yang harus
dimiliki setiap individu, terutama pada peserta didik karena menyangkut
dalam mempersiapkan diri mereka ke dunia kerja. Konstruksi
kematangan karir ini diperkenalkan oleh Super (1957). Super (1957:
186) mengklaim bahwa kematangan karir mewakili “tempat yang
dicapai pada kontinum pengembangan kejuruan dari eksplorasi hingga
penurunan”.
Kematangan karir menurut Gonzalez (2008: 752), merupakan
perilaku yang ditampilkan individu dengan maksud untuk melaksanakan
tugas-tugas perkembangan karir sesuai dengan tahap perkembangan
karir yang sedang dilalui individu. Kemudian Parsons (Leong, 2008:
1491) mendefinisikan kematangan karir merupakan pemahaman yang
jelas tentang diri sendiri, pengetahuan tentang persyaratan pekerjaan
yang berbeda, dan pemikiran yang benar pada hubungan antar sesama.
Kematangan karir dapat membuat setiap individu (dalam hal ini
peserta didik) berfikir sistematis dan realistik terhadap kehidupan yang
akan dijalani dalam menentukan pilihan karir yang sesuai dengan
dirinya. Segala pengetahuan dan wawasan yang luas dalam menentukan
pilihan karir sangat diperlukan untuk memantapkan tingkat kematangan
karir pada peserta didik. Seperti yang dimaksud Salami (2008: 37)
menyatakan bahwa, kematangan karir menggambarkan kemampuan
seseorang yang berhasil dalam mengatasi tugas-tugas perkembangan
kejuruan. Senada dengan pendapat tersebut Supreet & Mamta (2018:
31) juga menjelaskan, kematangan karir diartikan sebagai tingkat
pengetahuan yang profesional dalam menentukan pilihan karir.
Hasan (2006: 127) menjelaskan, kematangan karir identik dengan
pengambilan sikap dan kompetensi yang berkaitan dengan pengambilan
keputusan karir, yang telah didefinisikan secara normatif dalam hal
kesesuaian antara perilaku karir dan perilaku kepribadian pada usia yang
telah ditunjukkannya. Hal tersebut sependapat dengan Betz (Whiston,
2013: 196) mendefinisikan kematangan karir sebagai sejauh mana
individu telah menguasai tugas kejuruan, termasuk pengetahuan dan
komponen sikap, sesui tahap perkembangan karirnya.
Lundberg dkk (1997) (Roy,2015: 173) juga menjelaskan,
kematangan karir adalah kesiapan untuk membuat keputusan karir yang
sesuai. Dybwad (2008: 8) menyatakan, “…konseptual kematangan karir
didasarkan pada asumsi bahwa kesiapan karir berhubungan dengan
salah satu tahap dalam pengembangan kejuruan”.Leong dan Barak
(2001: 297) mendefinisikan kematangan karir sebagai “kesiapan untuk
menangani tugas pengembangan kejuruan yang sesuai dengan tahap
kehidupan individu”. Sejalan dengan pendapat tersebut Mubiana (2010:
35), tahap kesiapan yang sesuai dalam membentuk kematangan karir
berarti bahwa orang tersebut harus memiliki kemampuan kognitif yang
tepat untuk ditangani dalam berbagai tantangan karir yang mungkin
muncul dalam perjalanan waktu hidup mereka. Sehingga dapat
dinyatakan bahwa kematangan karir merupakan konstruksi yang
berguna untuk mengukur tingkat perkembangan karir pada peserta didik
(Rojewski et.al; dalam Kim & Oh 2013: 221).
Berdasarkan pemaparan tentang kematangan karir diatas maka
dapatdisimpulkan bahwa kematangan karir sebagai pemahaman diri dan
kesadaran pada diri individu untuk merencanakan, mempersiapkan,
mengambil keputusan karir yang tepat, serta kesiapan mengenai
berbagai tantangan yang mungkin ditemui selama perjalanan hidup
setiap individusesuai dengan kemampuannya.