Pembentukan Konsep Diri dan Perilaku (skripsi dan tesis)

Sarwono (2012: 81) menyatakan,
pembentukan konsep diri terbentuk pada masa transisi remaja. Remaja
adalah masa transisi dari periode anak ke dewasa. Secara psikologis
dewasa bukan hanya tercapainya usia tertentu. Secara psikologis
kedewasaan adalah keadaan dimana sudah ada ciri-ciri psikologis
tertentu pada seseorang.
Allport 1961 (Sarwono 2012: 81) mengidentifikasikan ciri-ciri
psikologis itu sebagai berikut:
1) Pemekaran diri sendiri (extension of the self), yang ditandai dengan
kemampuan individu untuk menganggap orang atau hal lain sebagai
bagian dari dirinya juga. Perasaan egoisme (mementingkan diri
sendiri) berkurang, sebaliknya tumbuh perasaan ikut memiliki.
Salah satu tanda yang khas adalah tumbuhnya kemampuan untuk
mencintai orang lain dan alam sekitarnya.
2) Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara objektif (selfobjectivication) yang ditandai dengan kemampuan untuk
mempunyai wawasan tentang diri sendiri (self-insight) dan
kemampuan untuk menangkap humor (sense of humor) lebih tinggi.
3) Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life). Hal
ini dapat dilakukan tanpa perlu merumuskannya dan mengucapkan
dalm kata-kata. Individu itu tahu kedudukannya dalam masyarakat,
faham seharusnya bertingkah laku dalam kedudukannya tersebut
dan berusaha mencari jalannya sendiri menuju sasaran yang telahdi
tetapkan sendiri.
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan
tingkah laku setiap individu yang merupakan citra total individu dalam
memandang dirinya yang tercermin dari keseluruhan
perilakunya.Menurut Felker (Syarif, 2015: 131), terdapat 3 peranan
penting konsep diri dalam menentukan perilaku setiap individu, yaitu:
1) Self-Concept as maintainer of inner consistency (konsep diri dalam
mempertahankan keselarasan batin). Individu senantiasa berusaha
untuk mempertahankan keselarasan batinnya.
2) Self-Concept as set of experience (konsep diri dalam menentukan
individu memberikan penafsiran atas pengalamannya). Seluruh
sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sangat
mempengaruhi dalam menafsirkan sebuah pengalamannya.
3) Self-Concept as set of expectations (konsep diri berperan sebagai
penentu pengharapan individu). Pengharapan ini merupakan inti
dari konsep diri.
Selain itu, 2 sumber pembentukan konsep diri juga didasari dari
pendapat ahli lainnya yang berupa:
1) Bahasa, merupakan sarana komunikasi untuk menjalin
hubungan antar individu. Du (2012: 508) melalui bahasa, akan
mempermudah seseorang dalam memahami konsep diri yang
dimiliki pada diri tiap individu.
2) Umpan balik. Umpan balik merupakan persepsi yang
disampaikan kepada individu yang bersangkutan dari orangorang terdekatnya atau panutannya. Dalam hal ini guru di
sekolah bisa menjadi teladan yang baik bagi para siswanya.
Seperti yang diungkapkan Bruno & Joyce (2014: 50) bahwa
guru perlu mengajarkan keteladanan yang dapat meningkatkan
konsep diri yang baik pada siswa.
Woolfolk (2007: 332) jugamenambahkan,konsep diri
dikembangkan sebagai hasil perbandingan dari kondisi eksternal dan
internal dalam diri setiap individu, menggunakan acuan dari orang lain
untuk suatu aspek laindari dalam diri. Dengan begitu konsep diri
seseorang merupakan gambaran mengenai keadaan dirinya atau
menjawab tentang keadaan seseorang.