Lingkungan Kerja Fisik (skripsi dan tesis)

Lingkungan kerja fisik adalah semua yang terdapat disekitar tempat kerja yang
dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung.
1) Penerangan
Salah satu faktor untuk meningkatkan kepuasan dan produktivitas kerja
karyawan adalah penerangan. Perusahaan yang mempuyai ruang kerja
dengan penerangan baik akan menunjang karyawan untuk bekerja lebih baik
dan menaikkan tingkat keamanan karyawan. Penerangan perlu untuk
kesehatan, keamanan dan daya guna para pekerja, tanpa penerangan akan
terjadi kerusakan pada mata, kecelakaan dan kerusakan bahkan akan
meningkat dan produktivitas akan mundur. Secara garis besar penerangan
yang baik untuk ruang kerja karyawan meliputi:
a) Sinar yang terang, cukup dan tidak menyilaukan
b) Distribusi cahaya yang merata, sehingga tidak ada kontras yang tajam.
2) Kebisingan
Dalam menjalankan proses produksi, pada umumnya mesin-mesin yang
digunakan perusahan akan mengeluarkan suara yang mengganggu. Suara
yang mengganggu itulah yang dinamakan kebisingan. Dalam kaitannya
ketenangan bekerja, kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki
oleh para karyawan, karena sifatnya yang mengganggu ketenangan dan
konsentrasi kerja. lingkungan yang bising menyebabkan kesukaran berpikir,
konsentrasi menurun, mengurangi kemampuan untuk bekerja serta akan
memperlamban waktu reaksi dan dapat menghadang daya reaksi.
Suara bising yang terus-menerus akan mengganggu kesehatan terutama
indra pendengaran para karyawan. Kepekaaan pendengaran karyawan lamalama menjadi berkurang dan bahkan dapat merusak pendengaran sama
sekali. Karena itu maka perlu adanya sistem pengaturan atau pengurangan
suara tersebut dengan tujuan untuk menjaga kelancaran pekerjaan karyawan
dan memelihara pendengaran mereka.
3) Suhu udara
Faktor lain yang juga mempuyai pengaruh terhadap tinggi rendahnya
produktivitas kerja karyawan adalah suhu udara. Keadaan suhu udara di
dalam ruangan kerja perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak
menimbulkan efek negatif terhadap kondisi kerja para karyawan. Suhu
udara yang terlalu panas akan menurunkan semangat kerja karyawan. Begitu
pula sebaliknya suhu udara yang terlalu dingin akan menciptakan suasana
dalam ruang kerja yang kurang nyaman karena proses produksi dalam suatu
perusahaan harus menggunakan suhu udara yang tepat, karena
berlangsungnya proses produksi sangat bergantung pada keadaan suhu
udara di sekitarnya.
Adapun cara yang dapat ditempuh untuk pengaturan suhu udara, yaitu:
a) Ventilasi yang cukup
b) Pemasangan kipas angin
c) Pemasangan AC
d) Pemasangan humidifier (pelembab ruangan)
4) Ruang gerak yang diperlukan
Ruang gerak karyawan juga harus mendapatkan perhatian, teruatama
ruangan yang dipergunakan untuk melangsungkan kegiatan kerja. Luas
sempitnya ruang kerja akan mempengaruhi karyawan dalam menjalankan
pekerjaan yang dibebankan kepada para karyawan. Secara langsung atau
tidak langsung hal ini berpengaruh terhadapa produktivitas kerja karyawan.
Terlalu sempitnya ruang gerak dari para karyawan mengakibatkan karyawan
tidak dapat bekerja dengan baik, kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan
kerja yang tidak diinginkan. Jika biaya kesehatan dan kecelakaan kerja
karyawan menjadi tanggungan perusahaan, ini berarti pengeluaran
perusahaan bertambah sehingga laba yang didapat akan berkurang. Namun
ruang yang terlalu besar akan mengakibatkan pemborosan bagi perusahaan,
karena ternayata luarnya ruangan tidak begitu berguna. Dengan demikian
perusahaan harus dapat mengukur besarnya ruang gerak karyawan dengan
mempertimbangkan biaya operasi ruangan.
5) Pewarnaan
Pemilihan warna ruangan dalam perusahaan juga mempengaruhi kondisi
kerja karyawan. Dewasa ini banyak perusahaan cenderung untuk
mempergunakan warna terang untuk dinding ruang kerja perusahaan. Warna
yang digunakan untuk ruang kerja erat hubungannya denagan penerangan
yang mempergunakan dinding atau atap sebagai pembaur.