Faktor-Faktor Penyebabnya Regulasi Emosi (skripsi dan tesis)

Berikut ini merupakan beberapa
faktor yang memperngaruhi
kemampuan regulasi emosi seseorang
menurut Gross (dalam Lewis, dkk,
2008), yaitu :
a. Budaya
Kepercayaan yang terdapat
dalam kelompok masyarakat
tertentu dapat mempengaruhi cara
individu menerima, menilai suatu
pengalaman emosi, dan
menampilkan suatu respon emosi.
Dalam hal regulasi emosi berarti
culturally permissible (apa yang
dianggap sesuai) dapat
mempengaruhi cara seseorang
berespon dalam berinteraksi dengan
orang lain dan dalam cara ia
meregulasiemosi.
b. Religiusitas
Setiap agama mengajarkan
seseorang diajarkan untuk dapat
mengontrol emosinya. Seseorang
yang tinggi tingkat religiusitasnya
akan berusaha untuk menampilkan
emosi yang tidak berlebihan bila
dibandingkan dengan orang yang
tingkat religiusitasnya rendah.
c. Kemampuan Individu / Tipe
Kepribadian
Kepribadian yang dimiliki
seseorang mengacu pada apa yang
dapat individu lakukan dalam
meregulasi emosinya. Kemampuan
seseorang dalam mengontrol
perilaku terutama ketika seseorang
lebih memilih untuk menahan
dirinya (sabar) merupakan
ketrampilan regulasi emosi yang
dapat mengatur emosi positif
maupun emosi negatif.
d. Usia
Penelitian menunjukkan
bahwa bertambahnya usia
seseorang dihubungkan dengan
adanya peningkatan kemampuan
regulasi emosi, dimana semakin
tinggi usia seseorang semakin baik
kemampuan regulasi emosinya.
Sehingga dengan bertambahnya
usia seseorang menyebabkan
ekspresi emosi semakin terkontrol.
Dari penjelasan diatas dapat diambil
kesimpulan bahwasanya semakin
bertambahnya umur, individu
memiliki kemampuan regulasi emosi
yang semakin baik.
e. Jenis Kelamin
Beberapa penelitian
menemukan bahwa laki-laki dan
perempuan berbeda dalam
mengekspresikan emosi baik verbal
maupun ekspresi wajah sesuai
dengan gendernya. Perempuan
menunjukkan sifat feminimnya
dengan mengekspresikan emosi
marah dan bangga yang
menunjukkan sifat maskulin.
Perbedaan gender dalam
pengekspresian emosi sedih, takut,
cemas dan menghindari
mengekspresikan emosi marah dan
bangga yang menunjukkan sifat
maskulin.