Teori Kognitif (skripsi dan tesis)

Sementara itu, tidak jauh beda dengan pendekatan “top-down”, teori
kognitif dari well-being terfokus pada kekuatan proses kognitif dalam
menentukan well-being individu. Model AIM dari well-being – Attention,
Interpretation, Memory (atensi, interpretasi dan memori) menunjukkan bahwa
individu dengan subjective well-being yang tinggi cenderung memfokuskan
perhatian mereka pada stimulus positif, menginterpretasi peristiwa secara
positif, dan mengingat kembali peristiwa-peristiwa lampau dengan bias
kenangan positif. Pengalaman mengenai hal positif tersebut yang mendorong
indivdu untuk mengingat hal-hal atau pengalaman yang positif, selain itu
individu dalam hal ini melihat kepuasan hidupnya. Kepuasan hidup
merupakan penilaian individu terhadap kualitas kehidupannya secara global.
Penilaian umum atas kepuasan hidup merepresentasikan evaluasi yang
berdasar kognitif dari sebuah kehidupan seseorang secara keseluruhan
(Diener, Suh, dkk, 1999).
Dari penjelasan beberapa teori di atas teori Top-down dan Bottom-up
bersamaan mendukung subjective well-being dari dua komponen yang
membentuk subjective well-being itu sendiri, top-down mendukung komponen
emosi, sedangkan bottom-up mendukung komponen kognitifnya. Cakupan
dari teori tersebut berkesinambungan dengan komponen yang terdapat di
subjective well-being.