Bottom UpTeori memandang bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup
yang dirasakan dan dialami individu tergantung dari banyaknya kebahagiaan
kecil serta kumpulan peristiwa-peristiwa bahagia. Secara khusus, Subjective
well-being merupakan penjumlahan dari pengalaman-pengalaman positif
yang terjadi dalam kehidupan individu. Semakin banyaknya peristiwa
menyenangkan yang terjadi, maka semakin bahagia dan puas individu
tersebut. Untuk meningkatkan Subjective well-being, teori ini beranggapan
perlunya mengubah lingkungan dan situasi yang akan mempengaruhi
pengalaman individu, misalnya: pekerjaan yang memadai, lingkungan rumah
yang aman, pendapatan atau gaji yang layak (Diener, Suh, dkk, 1999).
Sedangkan menurut teori “Top-down”, individu dengan keadaan
pikiran yang positif mengalami atau menginterpretasi peristiwa tertentu
seperti “lebih bahagia” daripada individu dengan perspektif negatif, hal ini
membuat faktor positif sebagai salah satu faktor penentu sujective well-being.
Dalam pendekatan top-down, fitur-fitur global dari kepribadian diperkirakan
memberi pengaruh pada cara individu beraksi terhadap suatu kejadian
