Pengertian Subjective Well-Being (skripsi dan tesis)

 

 SWB sering dikaitkan dengan kebahagiaan dan kondisi-kondisi yang bersifat positif berdasarkan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kejadian masa lalu seperti kesejahteraan, kesenangan, kepuasan. Kejadian masa sekarang seperti kegembiraan, kelegaan, konsentrasi, kesenangan, semangat, dan kerukunan. Kejadian masa depan seperti optimisme, harapan, spiritualitas (Diener, 2009). SWB dianggap sebagai sisi afektif seseorang (emosi) dan evaluasi kognitif kehidupan seseorang yang dapat dipengaruhi oleh budaya atau derajat sosial yang dimilikinya. Hasil evaluasi yang berarti penilaian. yang dilakukan berdasarkan standar hidup seseorang sendiri yang dibandingkan dengan standar kesejahteraan hidup manusia secara umum (Diener, 2009). Eddington dan Shuman (2005) mendefinisikan SWB sebagai penilaian individu terhadap kehidupannya yang meliputi penilaian kognitif mengenai kepuasan hidup dan penilaian afektif mengenai mood (suasana hati) dan emosi seperti perasaan emosional positif dan negatif. Penilaian tersebut terdiri dari kesejahteran, kebahagiaan, ketahanan diri, dan kepuasan hidup. Snyder dan Lopez (2002) menyatakan bahwa SWB merupakan pengalaman emosi yang menyenangkan dan tingginya kepuasan hidup. Kim-Prieto (dalam Wills, 2007) menjelaskan tentang 13 konsep dari SWB sebagai evaluasi individu, baik evaluasi positif maupun negatif, dan tentang bagaimana individu menjalani sendi-sendi kehidupannya. Menurut Carr (2004) SWB dan happiness, yakni sebuah keadaan psikologis yang positif yang dikarakteristikan dengan tingginya afek positif, tingginya tingkat kepuasan hidup, dan rendahnya afek negatif. SWB dapat dimiliki siapa saja, salah satunya dapat dimiliki desainer grafis. Supriyono (2010) menyatakan bahwa desain grafis dapat terealisasikan melalui campur tangan dari perancang grafis atau biasa disebut juga sebgai desainer grafis. Lebih lanjut, desainer grafis merupakan seseorang yang merancang sajian informasi agar menarik, sehingga makna pesannya dapat ditangkap dengan mudah oleh setiap orang yang melihat karyanya. Tugas pekerjaan desainer grafis yaitu memahami unsur-unsur desain seperti garis, bidang, warna, gelap terang, tekstur, dan ukuran, sehingga menghasilkan karya suatu karya yang indah. Tugas menjadi desainer grafis membutuhkan kreativitas dan wawasan yang luas untuk menyampaikan karya desainer kepada sasaran yang dituju. Selain itu, desainer grafis harus bekerja dengan berbagai macam rintangan seperti pekerjaan yang diatur oleh batas waktu tertentu untuk menyelesaikan desain, harus cermat memperhatikan setiap elemen desain yang akan dibuat, dan melakukan pekerjaannya sesuai dengan desain yang diinginkan klien. Oleh karena itu, desainer grafis tidak bisa membuat suatu karya sesuai dengan keinginannya sendiri, tetapi harus menyatukan karya yang akan dibuat dengan keinginan kliennya (Sriwitari & Widnyana, 2014). Menurut Eddington dan Shuman (2005) seseorang yang puas dalam menjalan aktivitas atau pekerjaannya, maka 14 seseorang tersebut akan menunjukkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan ketahanan diri yang didapatkannya melalui SWB yang dimilikinya. Lebih lanjut adanya SWB membuat seseorang menunjukkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan ketahanan diri, sehingga seseorang merasakan kepuasan dalam menjalani kehidupannya.