Komponen Subjective Well-Being (skripsi dan tesis)

Menurut Diener (2003) terdapat dua komponen dasar Subjective WellBeing yaitu komponen kognitif dan komponen afektif.
a. Komponen kognitif (kepuasan hidup)
Kepuasan didalam hidup termasuk dalam komponen kognitif karena
keduanya didasarkan pada keyakinan tentang kehidupan seseorang.
Evaluasi kognitif dilakukan saat seseorang memberikan evaluasi secara
sadar dan menilai kepuasan mereka terhadap kehidupan secara
keseluruhan atau penilaian evaluatif mengenai aspek-aspek khusus
dalam kehidupan, seperti kepuasan kerja, minat, dan hubungan (Diener
et al 2005). Kepuasan hidup merupakan penilaian individu terhadap
kualitas kehidupannya secara menyeluruh. Seorang individu yang dapat
menerima diri & lingkungan secara positif akan merasa puas dengan
hidupnya (Hurlock, 1980)
b. Komponen Afektif
Komponen afektif dalam Subjective Well-Being yang dimaksud adalah
reaksi individu terhadap kejadian-kejadian dalam hidup yang meliputi
emosi (afek) yang menyenangkan dan emosi (afek) yang tidak
menyenangkan.
1. Afek positif
Afek positif atau emosi yang menyenangkan merupakan bagian dari
Subjective Well-Being yang dialami individu sebagai reaksi yang
muncul pada diri individu karena hidupnya berjalan sesuai dengan apa
yang diinginkan. (Diener et al 2005). Menurut Seligman (2005), emosi
positif dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu emosi positif
akan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Emosi positif masa
depan meliputi optimisme, harapan, keyakinan dan kepercayaan. Emosi
positif masa sekarang mencakup kegembiraan, ketenangan, keriangan,
semangat yang meluap-luap, dan flow. Emosi positif tentang masa lalu
adalah kepuasan, kelegaan, kesuksesan, kebanggaan dan kedamaian.
2. Afek negatif
Afek negatif termasuk suasana hati dan emosi yang tidak
menyenangkan yang muncul sebagai reaksi negatif dari kejadian yang
dialami oleh individu dalam hidup mereka, kesehatan serta lingkungan
mereka (Diener et al 2005). Emosi negatif yang paling umum dirasakan
adalah kesedihan, kemarahan, kecemasan, kekhawatiran, stres,
frustrasi, rasa malu dan bersalah serta iri hati.
Berdasarkan pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa
Subjective Well-Being merupakan persepsi seseorang yang terkait dengan
pengalamannya yang menyangkut dua komponen yakni komponen
kognitif yang berkaitan dengan kepuasan hidup dan komponen afektif
yang berkaitan dengan kebahagiaan individu tersebut.