Kinerja adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia dari kata dasar
“kerja”. Bisa pula berarti hasil kerja, tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.
Menurut manajemen sumber daya manusia, kinerja karyawan merupakan hasil
yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan seseorang dalam
melaksanakan kerja atau tugas. Kinerja karyawan adalah hasil dari seseorang
secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas, seperti
standart hasil kerja, target atau sasaran atau keriteria yang telah ditentukan
terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Rivai dan Basri, 2004)
Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk
menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang harus memliki derajat kesediaan
dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah
cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa
yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya ( Herseydan Blanchard:
1993).
Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh kinerja dari individu sebagai tenaga
kerjanya, karena kinerja berarti hasil perilaku atau tindakan yang sejalan dari
organisasi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan dan sesuai
dengan harapan dari organisasi (Mathis dan Jackson 2001). Sementara menurut
Bacal (2001) kinerja merupakan hasil atau usaha yang dicapai dengan
kemampuan untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja. Kinerja
adalah hasil yang harus dicapai sampai pada tingkat tertinggi dalam sebuah
pekerjaan yang dijadikan sebagai evaluasi atau peningkatan imbalan oleh sebuah
kelompok kerja maupun perorangan (Spencer dan Spencer, 1993).
Kinerja menurut Prabu (2000), adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kemudian menurut
Ambar (2001), kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha
dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya. Maluyu (2001),
mengemukakan kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai
seseorang dalam melaksanakan pekerjaan. Kinerja merupakan seperangkat hasil
yang dicapai serta merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu
pekerjaan yang diminta (Stolovic dan Keeps, 1991).
Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merajuk pada
tindakan pencapaian hasil serta pelaksanaan suatu pekerjaan yang diminta (Rivai
dan Basri, 2005). Lebih lanjut Gibson, dkk (2000) menjelaskan bahwa kinerja
adalah hasil kerja yang terkait dengan tujuan organisasi seperti kualitas, efisiensi,
dan kriteria keefektifan lain yang dicapai selama periode tertentu melalui usaha
yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan serta pengalaman.
Kinerja karyawan dikombinasikan dengan kemampuan, usaha dan
kesempatan untuk menghasilkan atau menyelesaikan sebuah proses kerja dan
pendapat yang sama menyatakan bahwa kinerja merupakan hasil dari proses dari
sebuah pekerjaan atau aktivitas dalam waktu tertentu (Bernadin dan Russel,
1998). Lebih lanjut kinerja dapat dideskripsikan sebagai kekuatan atau kelemahan
induvidual atau kelompok kerja.
Kinerja merujuk kepada suatu pencapaian karyawan atas tugas yang
diberikan, Cascio (1992). Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan
derajat kesediaan dan tingkat kesediaan tertentu, kesediaan dan keterampilan
seseorang tidaklah cukup efektifuntuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman
yang jelas tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya, Hersey
dan Blancard (1993).
Dari teori yang ada diatas dapat disimpulkan bahwa Kinerja adalah suatu
prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh
seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab
yang diberikan padanya
