Variabel Turnover Intentions (skripsi dan tesis)

Turnover intentions dapat didefinisikan sebagai keinginan karyawan
untu mencari pekerjaan yang sama atau pekerjaan yang berbeda pada
organisasi lain. Hal ini terjadi karena dipengaruhi berbagai faktor seperti
kepuasan kerja, komitmen organisasi atau bahkan kepemimpinan.
Menurut Chang (2008) turnover intentions adalah kesadaran untuk
memiliki keinginan mencari alternatif pekerjaan di organisasi lain. Menurut
Lum et al. (1998) turnover intentions ialah sebuah keinginan individu untuk
keluar dari organisasi, kemauan individu untuk menilai tentang posisi
seseorang yang berdasarkan ketidakpuasan untuk membujuk seseorang
ketika ia keluar dan mendapatkan pekerjaan yang baru di luar perusahaan.
Low et. al., (2001) mendefiniskan turnover intentions sebagai sebuah
keinginan seseorang untuk berpindah pekerjaan dari satu organisasi ke
organisasi lainnya. turnover intentions juga dapat didefinisikan sebagai
keadaan pemikiran karyawan untuk meninggalkan organisasi secara
sukarela.
Pendapat lain juga disampaikan oleh Dharma (2013) turnover intentions
merupakan tingkat kecenderungan tingkah laku yang dimiliki karyawan
untuk berpikir mencari pekerjaan baru di organisasi yang berbeda atau
adanya keinginan untuk keluar dari perusahaan dalam jangka waktu tiga
bulan hingga dua tahun yang akan datang. Menurut Dharma (2013) turnover
intentions juga dapat diketahui dari beberapa indikator berikut :
a. Pikiran untuk keluar
Muncul pikiran atau ide seorang karyawan untuk keluar dari sebuah
organisasi/perusahaan yang disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat
memicu pikiran untuk keluar dari organisasi/perusahaannya saat ini.
b. Keinginan untuk mencari lowongan
Menggambarkan keinginan seorang karyawan untuk mencari
alternatif pekerjaan yang sama ataupun berbeda pada
organisasi/perusahaan lainnya.
c. Niat untuk keluar dari organisasi
Adanya keinginan untuk meninggalkan organisasi dalam beberapa
bulan mendatang.
Pendapat yang berbeda disampaikan oleh Harnoto (2002) turnover
intentions ditandai oleh berbagai hal yang menyangkut perilaku karyawan,
antara lain:
a. Absensi meningkat
Karyawan yang berkeinginan untuk mencari pekerjaan lain,
biasanya mulai ditandai dengan absensi yang terus meningkat. Dalam
fase ini tingkat tanggung jawab karyawan lebih rendah bila kita
bandingkan dengan sebelumnya.
b. Timbul rasa malas bekerja
Karyawan yang berkeinginan untuk mencari pekerjaan lain,
cenderung lebih malas bekerja dikarenakan pemikiran karyawan ini
adalah dia akan bekerja lebih giat pada organisasi lain karena
menurutnya organisasi tersebut dapat memberikan kepuasan kerja
terhadap dirinya. Hal ini bisa dicontohkan seperti terlambat dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan, atupun sering mengabaikan tugas
dalam pekerjaannya.
c. Peningkatan terhadap pelanggaran tata tertib kerja
Berbagai pelanggaran terhadap tata tertib dalam lingkungan
pekerjaan sering dilakukan karyawan yang akan melakukan turnover.
Karyawan lebih sering meninggalkan tempat kerja ketika jam-jam kerja
berlangsung, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya.
d. Protes kepada atasan meningkat
Karyawan yang berkeinginan untuk mencari pekerjaan lain,
cenderung sering memberikan protes terhadap kebijakan – kebijakan
yang ada di dalam perusahaan. Hal yang sering dijadikan bahan protes
biasanya berhubungan dengan balas jasa atau aturan lain yang bertolak
pendapat dengan keinginan karyawan.
e. Peningkatan perilaku positif
Hal ini biasanya berlaku bagi karyawan dengan karakter yang
positif. Karyawan ini biasanya mempunyai tingkat tanggung jawab yang
tinggi terhadap tugas yang diberikan, dan apabila perilaku positif
karyawan ini terjadi peningkatan yang jauh dan berbeda dari biasanya
hal ini justru mengindikasikan karyawan ini akan melakukan turnover.
Menurut Harnoto (2002) turnover intentions, dapat memunculkan
dampak berupa :
a. Biaya pergantian karyawan, termasuk didalamnya adalah waktu serta
fasilitas untuk melakukan wawancara dalam proses rekrutmen
karyawan, penarikan dan pembelajaran karyawan baru.
b. Biaya pelatihan, yang terkait di dalamnya adalah biaya untuk pelatihan
karyawan dan waktu yang digunakan.
c. Pengeluaran untuk karyawan baru lebih kecil bila dibandingkan dengan
hasil pekerjaannya.
d. Adanya resiko peningkatan kecelakaan kerja yang lebih tinggi terjadi
kepada karyawan baru.
e. Selama proses penggantian karyawan aka nada hasil produksi yang
hilang atau berkurang.
f. Penggunaan peralatan produksi yang tidak bisa maksimal.
g. Peningkatan pemborosan akibat adanya karyawan baru.
h. Jika terjadi penundaan penggantian karyawan, maka akan muncul biaya
untuk gaji lembur.
Menurut pendapat Mobley et al (1978) bahwa tingkat tinggi ataupun
rendahnya rasa turnover intentions, hal ini akan menimbulkan beberapa
dampak kepada karyawan maupun perusahaan, dampaknya akan dijelaskan
sebagai berikut :
a. Beban kerja yang meningkat
Jika karyawan dalam suatu perusahaan mempunyai tingkat turnover
intentions yang tinggi, maka hal ini akan berdampak terhadap
peningkatan beban kerja karyawan yang masih bertahan di perusahaan,
hal ini disebabkan oleh jumlah karyawan yang terus berkurang akibat
turnover. Semakin tinggi tingkat turnover inteentions karyawan dalam
perusahann tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa akan semakin
tinggi pula penambahan beban kerja karyawan yang masih bertahan
selama proses turnover terus berlangsung.
b. Biaya penarikan karyawan meningkat
Biaya yang termasuk dalam kegiatan ini adalah biaya yang
menyangkut tentang waktu dan fasilitas untuk melakukan rekrutmen
karyawan baru, selain itu dibutuhkan juga biaya untuk mempelajari
strategi penggantian karyawan yang baru saja men.inggalkan
perusahaan.
c. Biaya pelatihan meningkat
Yang termasuk dalam biaya ini adalah menyangkut biaya insentif
untuk divisi sumberdaya manusia dan biaya bagi karyawan yang
menjalani pelatihan. Pelatihan ini dilakukan untuk para karyawan yang
baru bergabung kedalam perusahaan, apabila dalam suatu perusahaan
memiliki tingkat turnover intentions yang tinggi serta bera.khir pada
turnover maka hal ini kan berdampak terhadap peningkatan anggaran
biaya pelatihan karyawan baru.
d. Produksi menurun selama proses pergantian
Yang dimaksud dalam bagian ini adalah jika jumlah karyawan
berkurang akan berdampak pada berkurangnya hasil produksi sehingga
akan memberikan efek domino seperti mempengaruhi target penjualan
perusahaan. Hal ini diakibatkan oleh tingginya tingkat turnover
intentions. Hal ini akan menjadi semakin buruk jika karyawan yang
keluaar adalah karyawan yang memiliki tingkat produktivitas yang
sangat tinggi.
e. Adanya pemborosan yang disebabkan oleh karyawan baru
Tingginya tingkat turnover karyawan akan memberikan dampak
terhadap perusahaan, seperti menyediakan biaya bagi perekrutan
karyawan baru yang seharusnya hal ini dapat dihindari jika perusahaan
dapat mengelola sumberdaya manusia perusahaan dengan baik,
sehingga karyawan akan meras nyaman dan menghilangkan keinginan
untuk mencari pekerjaan pada organisasi lain.
f. Munculnya stres pada karyawan.
Stres karyawan bisa timbul karena dipicu olrh lingkungan yang
mengharuskan karyawan lama untuk beradaptasi dengan karyawan yang
baru bergabung. Jika hal ini dibiarkan saja maka hal ini akan memicu
para karyawan lama untuk mulai berpikir meninggalkan perusahaan dan
mencari alternatif pekerjaan baru pada organisasi lain.