Teori motivasi telah banyak dijelaskan oleh para ahli seperti teori dari
Herzberg yang membagi motivasi ke dalam dua faktor yaitu intrinsik dan
ekstrinsik, pada penelitian ini teori motivasi yang digunakan yaitu teori dua faktor
yang dikembangkan oleh Herzberg. Berikut ini adalah beberapa teori motivasi
menurut para ahli yaitu :
1. Teori Dua Faktor
Teori yang dikembangkan oleh Herzberg dalam Suwatno dan Donni
(2016:179) dikenal dengan model dua faktor dari motivasi.
a. Teori motivasional yaitu faktor yang dapat mendorong seseorang untuk
bekerja lebih baik dan berprestasi yang bersifat instrinsik atau sifat
yang bersumber dari dalam diri seseorang, yang termasuk ke dalam
faktor motivasional (intrinsik) adalah pengakuan dari orang lain,
peluang untuk berprestasi, tantangan, tanggungjawab, kesempatan
bertumbuh dan kemajuan dalam karir.
b. Faktor hygiene / pemeliharaan adalah faktor yang penting untuk adanya
motivasi ditempat kerja. Faktor ini tidak mengarah pada peningkatkan
motivasi positif pada jangka panjang tetapi apabila faktor ini tidak ada
maka akan menimbulkan ketidakpuasan dan bersifat ekstrinsik atau
bersumber dari luar diri yang dapat menentukan perilaku seseorang
dalam kehidupannya, yang termasuk ke dalam faktor pemeliharaan
(ekstrinsik) adalah gaji, hubungan antara pekerja, status seseorang
dalam organisasi, kebijakan organisasi, kondisi kerja dan sistem
administrasi dalam organisasi.
Teori Hezrberg ini digunakan dalam penelitian yang dilakukan oleh
Hermin Fatimah dengan judul The Influence of Communication and
Motivation Factors on Employee Engagement.
2. Teori Hirarki Kebutuhan
Teori motivasi Maslow dalam Suwatno dan Donni (2011:176-178)
dinamakan “A Theory of human motivation”. Maslow berpendapat
kebutuhan yang diinginkan seseorang berjenjang artinya bila kebutuhan
yang pertama terpenuhi maka kebutuhan tingkat kedua akan menadi utama
dan seterusnya sampai tingkat kebutuhan kelima. Teori motivasi yang
dikembangkan oleh Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap diri
manusia tiu terdiri dari lima tingkat atau hirarki kebutuhan, yaitu :
a. Kebutuhan fisiologis (Physiological needs), kebutuhan ini merupakan
kebutuhan tingkat terendah atau kebutuhan yang paling dasar seperti
makan, minum, bernafas dan perlindungan fisik.
b. Kebutuhan rasa aman (Safety needs), yaitu kebutuhan akan
perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan
hidup, tidak dalam arti fisik semata akan tetapi juga mental,
psikologikal dan intelektual.
c. Kebutuhan sosial (Social needs), yaitu kebutuhan untuk merasa
memiliki yaitu kebutuhan untuk diterima dalam kelompok, berafiliasi,
berinteraksi dan kebutuhan mencintai dan dicintai.
d. Kebutuhan akan harga diri atau pengakuan (Esteem needs), yaitu
kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
e. Kebutuhan aktualisasi diri (Self-Actualzation needs), yaitu kebutuhan
untuk menggunakan kemampuan, skill, potensi, kebutuhan untuk
berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan
kritik terhadap sesuatu.
3. Teori Kebutuhan McCelland
Teori kebutuhan dari David McCelland dalam Suwatno dan Donni
(2016:178) mengemukakan adanya tiga macam kebutuhan manusia, yaitu :
a. Kebutuhan akan berprestasi (Need for achievement), yaitu kebutuhan
untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan
tanggung jawab untuk pemecahan masalah. Kebutuhan untuk
berprestasi adalah kebutuhan untuk melakukan pekerjaan lebih baik
dari pada sebelumnya, selalu berkeinginan mencapai prestasi yang lebih
tinggi.
b. Kebutuhan akan berafiliasi (Need for affiliation), yaitu kebutuhan untuk
berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang
lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang
merugikan orang lain.
c. Kebutuhan akan berkuasa (Need for power), yaitu kebutuhan untuk
kekuasaan yang merupakan dorongan untuk mencapai otoritas untuk
memiliki pengaruh terhadap orang lain.
4. Teori Harapan
Menurut Victor dalam Suwatno dan Doni (2011:180) mengatakan bahwa
motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh
seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan
mengarah kepada hasil yang diinginkannya. Teori harapan memfokuskan
pada tiga hubungan yaitu :
a. Hubungan upaya-kinerja : apabila suatu individu yang mengeluarkan
sejumlah upaya tertentu akan mendorong kinerja.
b. Hubungan kinerja-ganjaran : sejauh mana individu meyakini bahwa
berkinerja pada tingkat tertentu akan mendorong tercapainya keluaran
yang diinginkan.
c. Hubungan ganjaran-tujuan : sejauh mana ganjaran organisasional
memenuhi tujuan/kebutuhan pribadi seorang individu dan daya tarik
ganjaran potensial untuk individu
