Perputaran Piutang (skripsi dan tesis)

Menurut Sutrisno (2009:57), piutang sebagai salah satu elemen
modal kerja dalam keadaan berputar. Tingkat perputaran piutang
tergantung kepada syarat pembayarannya yang diberikan oleh
perusahaan. Makin lama syarat pembayarannya, berarti semakin lama
modal terikat dalam piutang yang berarti semakin rendah tingkat
perputaran piutang. Menurut Kasmir (2012:189), perputaran piutang
menunjukkan berapa kali suatu perusahaan menagih piutangnya dalam
satu periode atau kemampuan dana yang tertanam dalam piutang
berputar dalam suatu periode tertentu. Jadi, tingkat perputaran piutang
yang tinggi berarti semakin cepat dana yang diinvestasikan pada
piutang dapat ditagih menjadi uang tunai atau menunjukkan modal
kerja yang ditanam dalam piutang rendah. Sebaliknya jika jika tingkat
perputaran rendah berarti piutang membutuhkan waktu yang lebih
lama untuk dapat ditagih dalam bentuk uang tunai atau menunjukkan
modal kerja yang ditanamkan dalam piutang besar (Kasmir,
2013:176).
Sutrisno (2009:220) menyebutkan bahwa perputaran piutang
(receivable turnover) merupakan ukuran efektivitas pengelolaan
piutang. Semakin cepat perputaran piutang, semakin efektif
perusahaan dalam mengelola piutangnya. Tingkat perputaran piutang
atau receivable turnover dapat diketahui dengan cara membagi
penjualan kredit dengan jumlah rata-rata piutang.
Menurut Stice et al, yang diterjemahkan oleh Akbar (2009:798),
memberikan keterangan mengenai perputaran piutang sebagai berikut
perputaran piutang menggambarkan rata-rata jumlah penjualan atau
siklus penagihan yang dilaksanakan perusahaan selama tahun berjalan,
semakin tinggi perputaran semakin cepat periode penagihan piutang.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
perputaran piutang terdiri dari dua variabel yaitu total penjualan bersih
dan rata -rata piutang.