Pengertian Piutang (skripsi dan tesis)

Menurut Syahyunan (2009: 61) “alasan perusahaan untuk
melakukan penjualan secara kredit adalah untuk mendorong atau
meningkatkan penjualan guna meningkatkan laba perusahaan.” Pengertian
luas istilah piutang dapat dipergunakan bagi semua hak terhadap pihak lain
atas uang, barang dan jasa. Gitosudarmo (2009: 81) “menjelaskan Piutang
adalah merupakan aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai
akibat dari dilaksanakannya kebijakan penjualan kredit.” Kebijakan
penjualan kredit ini merupakan kebijakan yang biasa dilakukan dalam
dunia bisnis untuk merangsang minat para langganan. Jadi kebijakan ini
sengaja dilakukan untuk memperluas pasar dan memperbesar hasil
penjualan.
Menurut Sinurat (2010: 198) “Piutang adalah tagihan kepada
seseorang atau perusahaan berupa sejumlah uang tertentu oleh karena
terjadinya transaksi dimasa lalu yang mengakibatkan timbulnya tagihan.”
Menurut Yusup (2009: 52) “Piutang adalah hak untuk menagih sejumlah
uang dari si penjual kepada si pembeli yang timbul karena adanya suatu
transaksi, yaitu penjualan secara kredit.” Sementara piutang dagang
menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2013: 9.4) adalah “Piutang usaha
meliputi piutang yang timbul karena penjualan produk/penyerahan jasa
dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan”.
Dalam akuntansi, piutang harus diklasifikasikan dan disajikan
dalam neraca dengan benar. Piutang yang diperkirakan dapat ditagih
dalam tempo satu tahun atau kurang dihitung dari tanggal neraca harus
disajikan sebagai aktiva lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun harus
disajikan dan dikelompokkan sebagai investasi atau aktiva lain-lain.
Piutang timbul dari transaksi penjualan kredit. Penjualan secara kredit
dilakukan untuk memperbesar volume penjualan (pendapatan). Hanya
penjualan secara kredit memiliki risiko tidak tertagihnya piutang tersebut.
Piutang yang tidak tertagih digolongkan menjadi biaya yang disebut
dengan biaya kerugian piutang.