Pengertian Kas (skripsi dan tesis)

Kas merupakan asset yang paling likuid, semakin besar kas
yang dimiliki perusahaan perusahaan semakin tinggi
likuiditasnya maka semakin tinggi pula tingkat kemampuan
membayar kewajiban hutang jangka pendek (hutang lancar).
Hampir semua transaksi perusahaan akan melibatkan uang kas,
baik itu merupakan transaksi penerimaan maupun pengeluaran
kas dan transaksi-transaksi yang lain akan berakhir dengan
rekening kas ini. Selain itu kas mempunyai kedudukan sentral
dalam usaha menjaga kelancaran usaha sehari-hari maupun bagi
keperluan menunjang pelaksanaan keputusan-keputusan
strategis berjangka panjang.
Menurut Harahap (2010:258), pengertian kas adalah uang
dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat
serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi
syarat sebagi berikut :
1) Setiap saat dapat ditukar menjadi kas.
2) Tanggal jatuh temponya sangat dekat.
3) Kecil risiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan
tingkat harganya.
Definisi kas menurut Kasmir (2010:40), kas merupakan
uang tunai yang dimiliki perusahaan dan dapat segera digunakan
ssetiap saat. Kas merupakan komponen aset lancar peling
dibutuhkan guna membayar kebutuhan yang diperlukan. Jumlah
kas yang ada di perusahaan harus diatur sebaik mungkin sesuai
dengan kebutuhan perusahaan. Apabila uang kas terlalu banyak,
sedangkan penggunaannya kurang efektif, akan terjadi uang
menganggur.
Sedangkan definisi kas menurut Soemarso (2009:296), kas
adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan)
yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat
pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kas
merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi
likuiditasnya, berarti semakin besar kas yang dimiliki oleh suatu
perusahaan akan semakin tinggi juga likuiditasnya. Maksudnya
mudah dipergunakan sebagi alat pertukaran uang tunai dan
bentuk-brntuk lainnya yang dapat diuangkan setiap saat apabila
perusahaan membutuhkan.