Kepemilikan Manajerial Kepemilikan Manajerial

Kepemilikan manajerial adalah saham yang dimiliki secara pribadi maupun saham yang dimiliki oleh anak cabang perusahaan bersangkutan beserta afiliasinya. Kepemilikan saham yang tinggi akan membuat manajer secara langsung merasakan manfaat dari keputusan ekonomi yang telah diambil dan menanggung konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah. Kepemilikan manajerial merupakan alat monitoring internal yang penting untuk memecahkan konflik agensi antara eksternal stockholders dan manajemen. Kepemilikan manajerial diukur dari jumlah persentase saham yang dimiliki manajer. Dari segi ekonomisnya, kepemilikan saham yang besar insentif untuk memonitor dan ketika kepemilikan manajemennya rendah, maka insentif terhadap kemungkinan terjadinya perilaku oportunistik manajer akan meningkat. Kepemilikan manajerial adalah proporsi pemegang saham dari pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan (direktur dan komisaris). Semakin besar proporsi kepemilikan manajerial dalam suatu perusahaan maka manajemen akan berupaya lebih giat untuk memenuhi kepentingan pemegang saham yang juga adalah dirinya sendiri. Sehingga masalah keagenan akan berkurang jika manajer adalah sekaligus pemilik dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan jika manajemen memenuhi kepentingan pemegang saham. (Dimas Adriansyah Putra, dkk, 2018).