Arus kas operasi sering digunakan sebagai cek atas kualitas laba dengan pandangan bahwa semakin tinggi rasio arus kas operasi terhadap laba maka akan semakin tinggi pula kualitas laba tersebut. Nilai di dalam arus kas pada suatu periode mencerminkan nilai laba dalam cash basis. Arfan dkk (2014) menyatakan arus kas yang fluktuasi tajam dapat menyebabkan laba perusahaan menjadi tidak stabil atau terganggu sehingga kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan labanya juga menjadi rendah. Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh arus kas operasi terhadap persistensi laba oleh Dewi dan Putri (2015) menemukan kesimpulan bahwa arus kas memiliki pengaruh positif terhadap persistensi laba. Hal yang sama juga dihasilkan oleh Nuraina (2011), mengatakan bahwa semakin tinggi arus kas operasi suatu perusahaan akan meningkatkan persistensi laba perusahaan tersebut.
