Pengaruh Volatilitas Penjualan terhadap Persistensi Laba (skripsi dan tesis)

Volatilitas penjualan adalah derajat penyebaran penjualan atau
indeks penyebaran distribusi penjualan perusahaan (Dechow dan
Dichev, 2002 dalam Fanani 2010). Volatilitas penjualan yang tinggi
selama beberapa periode harus dipertanyakan, karena hal ini
menunjukkan adanya gangguan dan masalah pada informasi penjualan.
Kondisi perekonomian yang stabil, dimana tidak ada pemicu seperti
krisis ekonomi dan sebagainya, maka seharusnya tingkat volatilitas
penjualan akan rendah. Volatilitas penjualan dapat menjadi indikasi
fluktuasi lingkungan operasi, dan kecendrungan perusahaan
menggunakan perkiraan dan estimasi. Volatilitas penjualan yang tinggi
memiliki kesalahan estimasi yang lebih besar pada informasi penjualan
di lingkungan operasi (Dechow dan Dichev, 2002 dalam Fanani 2010).
Persistensi laba adalah revisi laba yang diharapkan di masa
mendatang (expected future earnings) yang diimplikasikan oleh laba
tahun berjalan yang dihubungkan dengan perubahan harga saham
(Scott, 2009 dalam Asma, 2013). Semakin permanen laba dari waktu ke
waktu semakin tinggi earnings response coefficientnya. Hal ini
mengindikasikan laba yang diperoleh perusahaan tersebut meningkat
terus menerus. Persistensi laba sering digunakan sebagai pertimbangan
kualitas laba karena persistensi laba merupakan komponen dari
karakteristik kualitatif relevansi yaitu predictive value (Jonas dan
Blanchet, 2000 dalam Persada dan Martani, 2010). Volatilitas penjualan
yang tinggi menandakan informasi penjualan memiliki kesalahan
estimasi yang lebih besar pada informasi penjualan di lingkungan
operasi, maka laba perusahan tersebut tidak persisten dan tidak dapat
menjadi acuan untuk memprediksi laba pada periode selanjutnya.
Hal ini didukung oleh penelitian Fanani (2010) yang menyatakan
bahwa volatilitas penjualan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
persistensi laba. Semakin tidak stabil penjualan yang ditunjukkan
melalui tingginya volatilitas penjualan, maka semakin rendah
persistensi laba dan sebaliknya. Hal ini juga didukung oleh penelitian
Kasiono dan Fachrurrozie (2016) yang menyatakan bahwa volatilitas
penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap persistensi laba, ini
menunjukan semakin tinggi volatilitas penjualan berdampak pada
semakin rendah pula peluang perusahaan dalam memperoleh persistensi
laba dimasa yang akan datang.