Setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga dengan keutungan atau (profit). Laba diperlukan perusahaan untuk dapat terus bertahan dalam perekonomian dan melangsungkan kehidupan perusahaan tersebut. Menurut Sofyan Syarif Harahap (2011:309) pengertian laba adalah: “Laba akuntansi adalah perbedaan antara revenue yang direalisasikan yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut.” Menurut Dwi Martani (2012:113) bahwa pengertian laba adalah: “Laba merupakan pendapatan yang diperoleh apabila jumlah finansial (uang) dari aset neto pada akhir periode (di luar dari distribusi dan kontribusi pemilik perusahaan) melebihi aset neto pada awal periode”. Selanjutnya menurut Mahmud M. Hanafi (2010:32) bahwa laba adalah sebagai berikut: “Laba merupakan ukuran keseluruhan prestasi perusahaan yang diukur dengan menghitung selisih antara pendapatan dan biaya”. Dari beberapa pendapat mengenai laba maka dapat disimpulkan bahwa laba adalah suatu laporan utama yang berisikan tentang ringkasan kinerja perusahaan, ringkasan hasil bersih aktivitas operasi usaha yang dapat mencerminkan prestasi suatu perusahaan dan dapati digunakan dalam berbagai konteks. Informasi laba dapat digunakan sebagai ukuran untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan. Pengukuran terhadap nilai laba akan memberikan informasi yang bermanfaat, apabila nilai laba tersebut menggambarkan sebab-sebab timbulnya laba dan laba yang disajikan dalam laporan keuangan merupakan laba yang sebenarnya diperoleh oleh perusahaan. Laba perusahaan yang memiliki kualitas menunjukkan kondisi kinerja yang baik pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, laba dapat menggambarkan keberhasilan operasi perusahaan dalam mencapai tujuannya.
