Kepemilikan Manajerial (skripsi dan tesis)

Menurut Imanta dan Satwiko (2011:68), Kepemilikan Manajerial adalah:
“Kepemilikan saham perusahaan oleh pihak manajer atau dengan kata lain
manajer juga sekaligus sebagai pemegang saham.”
Kepemilikan manajerial merupakan kepemilikan saham oleh manajemen
perusahaan yang diukur dengan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh
manajemen (Sujono dan Soebiantoro, 2007) dalam Sabrina (2010). Para
pemegang saham yang mempunyai kedudukan di manajemen perusahaan baik
sebagai kreditur maupun sebagai dewan komisaris dimasukkan dalam
kepemilikan manajerial (managerial ownership). Adanya kepemilikan saham oleh
pihak manajemen akan menimbulkan suatu pengawasan terhadap kebijakankebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Kepemilikan manajerial
juga dapat diartikan sebagai persentase saham yang dimiliki oleh manajer dan
direktur perusahaan pada akhir tahun untuk masing-masing periode pengamatan.
Kepemilikan manajerial ini dilandasi oleh dua alasan, yaitu :
1. Pertumbuhan yang meningkat akan memberikan peluang bagi manajer
bawah dan menengah untuk dipromosikan. Selain itu, manajer dapat
membuktikan diri sebagai karyawan yang produktif sehingga dapat
diperoleh penghargaan lebih dari wewenang untuk menentukan
pengeluaran (biaya-biaya).
2. Ukuran perusahaan yang semakin besar memberikan keamanan pekerjaan
atau mengurangi kemungkinan lay-off dan kompensasi yang semakin
besar. Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen pada perusahaan,
maka manajemen cenderung berusaha lebih giat untuk kepentingan
pemegang saham yang tidak lain adalah dirinya sendiri.