Leverage merupakan pengukuran untuk menilai seberapa perusaahan menggunakan aktiva yang dimiliki dari hutang perusahaan. Perusahaan yang memiliki kemampuan untuk mengelola asset yang dimiliki dari hutang, maka dari kemampuan mengelola asset tersebut, perusahaan dapat memperoleh laba dan menunjukkan kinerja dari perusahaan. Leverage dapat mempengaruhi kinerja perusahaan (Mahmud dkk, 2009:7). Hutang perusahaan yang besar mencerminkan laba yang berkualitas karena perusahaan dengan utang yang banyak dimaksudkan untuk mendanai kegiatan operasi perusahaan sehingga mampu menghasilkan laba yang optimal dan sebenarnya bukan laba yang dimanipulasi dengan manajemen laba. Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laba (Jang dkk, 2007:7). Akan tetapi terdapat pihak eksternal yang lebih menyukai nilai leverage yang kecil dikarenakan pihak eksternal berpikir perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan dengan tingkat hutang yang besar. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari pengelolaan hutang untuk pembiayaan asset dapat menunjukkan kinerja perusahaan kepada investor yang ingin menginvestasikan dananya. Di sisi lain bila dilihat dari pihak internal lebih menyukai tingkat hutang yang besar karena dari hutang yang tinggi dapat menurunkan pajak perusahaan, sehingga earings after tax (EAT) menunjukkan nilai yang tinggi dan investor lebih tertarik tanpa memperhatikan tingkat hutang, dari investasi tersebut akan menaikkan kinerja perusahaan. Rumus leverage yaitu nilai dari total utang dibagi dengan total aktiva dari suatu perusahaan pada periode tertentu (Dhaliwal et al, 1991 dalam Jang dkk, 2007:3). Pertumbuhan penjualan (growth) sebagai ukuran untuk mengukur seberapa perusahaan mengalami pertumbuhan dalam penjualannya, dilihat dari penjualan tahun pengukuran dan penjualan tahun sebelumnya. Jika perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan mengalami pertumbuhan yang baik, maka mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik pula. Pihak internal dan pihak eksternal juga lebih menyukai pertumbuhan penjualan perusahaan. Pertumbuhan memiliki hubungan yang positif dengan kinerja karena kinerja perusahaan yang tinngi karena pertumbuhan perusahaan yang cepat (Mahmud dkk, 2009:8). Pertumbuhan penjualan (sales growth) merupakan perubahan pendapatan penjualan yang diukur berdasarkan perbandingan antara net sales periode sekarang (net sales t) minus periode sebelumnya (net sales t-1) terhadap net sales periode sebelumnya (net sales t-1) (Astiwi, 2009:67).
