Pengertian Kualitas Audit (skripsi dan tesis)

Menurut Arens, et., al (2011:105) kualitas audit mencakup pengertian sebagai berikut : “Audit quality means how tell an audit detects and report material misstatements in financial statement. The detection aspect is a reflection of auditor competence, while reporting is a reflection of ethics or auditor integerity, particularly indepndence”. Boon dan Mc Kinnon (2008) menyatakan : “Audit quality is an increasingly important area of examination”. Basuki (2006) menyatakan : “ Secara teoritis kualitas pekerjaan akuntan publik biasanya dihubungkan dengan kualifikasi keahlian, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kecukupan bukti pemeriksaan yang kompeten pada biaya yang paling rendah”. Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas audit sebagai probabilitas auditor dalam menentukan dan melaporkan tentang adanya suatu pelanggaran dalam sistem akuntansi kliennya dan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan serta suatu area pengujian yang penting dalam proses audit. Kualitas audit memiliki banyak dimensi sehingga sampai saat ini belum ada acuan/ pedoman untuk mengukur kualitas audit. Hal ini karena kualitas audit merupakan konsep yang kompleks dan sulit dipahami, terbukti dari banyaknya penelitian yang menggunakan dimensi kualitas audit yang berbeda-beda (Dyah Setyaningrum, 2012).  Menurut Aamir, et., al (2011:1-3), menyatakan kualitas audit sebagai berikut : “Audit quality is defined as a positive constructives process used to assess, verivy and validate the quality of audit process and activities performed by an auditor”. Menurut De Angelo (1981) menyatakan : “Kualitas audit sebagai kemungkinan (probability) dimana auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi klien”. Menurut Lowensohn et al,(2007), kualitas audit dapat diukur dengan tiga pendekatan, yaitu: 1. Menggunakan proksi kualitas audit, misalnya ukuran auditor (Mansi et al, 2004), kualitas laba (Kim, 2002), reputasi KAP (Beatty, 1989), besarnya audit fee (Copley, 1991), adanya tuntutan hukum pada auditor (Palmrose, 1988), dan lain lain; 2. Pendekatan langsung, misalnya dengan melihat proses audit yang dilakukan dan sejauh mana ketaatan KAP terhadap standar pemeriksaan audit (Dang, 2004; O‟Keefe et al, 1994); 3. Menggunakan persepsi dari berbagai pihak terhadap proses audit yang dilakukan KAP (Carcello, 1992). De Angelo (1981) Walaupun ukuran luas kualitas audit tidak secara signifikan berbeda dengan penetapan harga atas jasa audit yang dideteksi, tetapi data tersebut menyajikan bukti perbedaan audit pricing antara kantor akuntan Big Eight atas pasar auditee yang berukuran kecil.