Teori Keagenan (skripsi dan tesis)

Jensen dan Meckling (1976) menyatakan keagenan adalah hubungan kontrak antara pemilik perusahaan (principal) terhadap manajer agen, dimana pemilik perusahaan (principal) melakukan delegasi tugas kepada manajer agen untuk melakukan pengambilan keputusan strategis berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Teori ini menyatakan bahwa apabila terdapat pemisahan antara pemilik sebagai (principal) dan manajer sebagai agen yang menjalankan perusahaan maka akan muncul permasalahan keagenan karena masing-masing pihak tersebut memiliki kepentingan yang berbeda (Srimandarti dan Puspitasari, 2014). Menurut Istiantoro, dkk (2017) pemilik perusahaan (principal) memberikan suatu amanah kepada manajer agen untuk melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati. Sebagai seorang manajer agen berkewajiban untuk menyediakan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik perusahaan (principal). Informasi tersebut berupa pengungkapan atas informasi akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahunan perusahaan sebagai sarana untuk evaluasi kinerja manajer. Konflik keagenan yang terjadi disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dengan manajer. Pemilik perusahaan memiliki keinginan untuk memaksimumkan deviden yang akan diberikan oleh perusahaan, sedangkan manajer memiliki keinginan untuk mendapatkan kompensasi yang lebih atas kinerja yang dimiliki (Jensen and Meckling, 1976). Akibat yang muncul dari kontrak kerja tersebut yaitu terjadi asimetri informasi. Asimetri informasi muncul karena manajer memiliki informasi yang lebih banyak mengenai kondisi aktual perusahaan dibandingkan dengan informasi yang dimiliki oleh (principal) sehingga manajer memiliki kecenderungan menyembunyikan informasi yang bersifat material dari (principal), hal tesebut pada akhirnya akan menimbulkan konflik keagenan. Menurut (Permatasari, 2017) adanya asimetri informasi tersebut memicu manajer untuk menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Keterkaitan teori agensi dengan integritas laporan keuangan adalah semakin ketat persaingan kedua belah pihak maka akan memicu para manajer untuk berhati-hati dalam menyampaikan laporan keuangan.