Menurut Kotler dan Keller (2009:184) keputusan pembelian merupakan suatu proses dimana konsumen melampaui lima tahap yaitu: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Menurut Kotler dan Keller (2009:164), perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, pembeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, pikiran atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi belanja melalui media internet, menurut (Kotler dan Amstrong, 2001; Hawkins, Mothersbaugh dan Best, 2007). 1. Kenyamanan: konsumen tidak perlu persulit dengan lalu lintas, tidak perlu mencari parkir dan berjalan ke swalayan. 2. Kelengkapan Informasi: konsumen dapat berinteraksi dengan situs penjual untuk mencari informasi, produk atau jasa yang benar-benar konsumen butuhkan, kemudian memesan atau mendownload informasi pada saat itu. 3. Waktu: konsumen dapat memantau harga dan membeli barang dagangan selama 24 jam sehari dari mana saja. 4. Kepercayaan Konsumen: efek penyesalan dan kekecewaan pembelian terhadap evaluasi pemilihan berikutnya, peristiwa dan tindakan konsumen yang mengawali perilaku membeli sebenarnya, kenyamanan pengiriman barang, kerahasiaan data-data pribadi termasuk penggunaan kartu kredit. Menurut Dharmmesta dan Handoko (2012:202), keputusan pembelian memilki struktur sebanyak tujuh komponen yang terdiri dari: 1. Keputusan tentang jenis produk Perusahaan dapat memusatkan perhatiannya kepada orang yang berminat untuk membeli produk tersebut serta alternative lain yang mereka pertimbangkan. Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli suatu produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. 2. Keputusan tentang bentuk produk Keputusan tentang bentuk produk menyangkut ukuran, mutu suara, corak, dan yang lainnya. Perusahaan harus mengutamakan lebih dahulu melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesenangan konsumen tentang produk yang bersangkutan agar dapat memaksimumkan daya tarik mereknya. 3. Keputusan tentang merek Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli karena setiap merek memiliki perbedaan sendiri, sehingga konsumen lebih banyak pilihannya untuk memilih. 4. Keputusan tentang penjualnya Konsumen harus mengambil keputusannya tentang produk yang harus dibeli. Produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu. 5. Keputusan tentang jumlah produk Konsumen dapat mengambil keputusan tentang sejumlah produk yang akan di beli. Perusahaan harus dapat mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan konsumen yang berbeda-beda. 6. Keputusan tentang waktu pembelian Keputusan untuk membeli suatu barang berkaitan erat dengan tersedianya uang yang dimiliki oleh konsumen. Perusahaan harus mengetahui penyebab yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam menentukan waktu pembelian agar perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya. 7. Keputusan tentang cara pembayaran Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan kredit. Perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara/metode pembayarannya. Keputusan pembelian yaitu pemasar perlu mencari siapa yang terlibat dalam keputusan membeli dan peran yang dimainkan setiap orang. Setiap keputusan yang diambil oleh konsumen dalam memilih dan membeli sesuatu produk dikategorikan sebagai kumpulan dari beberapa keputusan-keputusan tersebut harus dikaji oleh seorang pemasar melalui penyusunan keputusan membeli secara keseluruhan yang dijadikan pertimbangan oleh konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Sekali lagi, proses keputusan pembelian konsumen terdiri dari lima tahap yaitu pengakuan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Pembelian actual oleh karena itu, hanya satu tahap dalam proses keputusan pembelian. Tahap awal sangat penting untuk melakukan pembelian. Namun, konsumen dapat menghentikan proses keputusan pembelian dititik mana pun (Potocnik, 2002). Aktivitas pemasaran perusahaan adalah faktor penting. Untuk menyiapkan strategi pemasaran yang tepat, perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi dan memahami bagaimana konsumen berfikir dalam tahaptahap terpisah dari proses keputusan pembelian. Oleh karena itu, masuk akal untuk menganilis pengaruh pada perilaku pembelian pelanggan potensial. Professional pemasaran harus memahami persepsi konsumen, yang bukan tugas sederhana karena konsumen sering membuat keputusan pembelian yang terduga. Professional pemasaran tidak boleh hanya dengan cara-cara sederhana untuk memengaruhi konsumen, tetapi harus belajar bagaimana konsumen benar-benar membuat keputusan pembelian mereka (Kotler, 1994)
