Menurut Monle dan Johnson (2011:110) terdapat berbgai media periklanan melalui online yaitu: 1. Online sosial network 2. Facebook 3. Twitter 4. Websites 5. Internet dan periklanan Menurut Kotler dan Amstrong (1997:80), salah satu kelebihan promosi iklan secara online ialah saat ini internet merupakan media yang berkembang secara cepat, sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat yang sempit, mayoritas memerlukan jarak waktu yang pendek dalam membuat iklan dengan web, jumlah biaya yang dikeluarkan relatif murah. Sedangkan dampak negatifnya adalah, saat ini konsumen tidak dapat mengakses internet dengan muda, tingkat efektifitas sulit diukur serta pengembalian investasi yang rumit dan yang terakhir ialah eksponsur iklan bergantung kepada “klik” melalui judul iklan. Pada dasarnya perusahaan harus menetapkan tujuan terlebih dahulu sebelum membuat iklan. Penentuan tujuan dilakukan agar iklan tersebut tepat sasaran dan menjadi iklan yang efektif. Tujuan iklan menurut Kotler dan Keller (2007) adalah sebagai berikut: 1. Menyampaikan informasi (iklan informatif), iklan menciptakan kesadaran dan pengetahuan suatu produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada dipasar. 2. Membujuk (iklan persuasif), iklan juga berfungsi untuk menciptakan kesukaan, prefensi, membujuk, keyakinan, dan pembelian suatu produk atau jasa. Oleh sebab itu sangat penting, terutama dalam tingkat persaingan dimana perusahaan mau membangun permintaan selektif untuk produk tertentu. 3. Mengingatkan (iklan pengingat), iklan dapat menjadikan konsumen tetap ingat pada produk atau merek perusahaan. Ketika timbul keinginan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tersebut. Jadi, iklan juga bertujuan untuk mengingatkan atau merangsang pembelian produk dan jasa kembali. 4. Menguatkan (iklan penguatan), iklan dapat meyakinkan konsumen yang sudah ada bahwa mereka telah mendapatkan pilihan yang tepat karena sudah membeli atau menggunakan produk. Menurut Kotler dan Amstrong (2012), pada saat ini iklan internet akan menjadi kekuatan pendorong bagi inisiatif serta upaya periklanan. Sejalan dengan penggunaan internet yang semakin luas akan meningkatkan transaksi online semakin meluas pula, dan bahkan menjadi media pemasangan iklan terhadap produk yang dipasarkan. Para pemasang iklan (advertiser) akan memasangkan iklannya pada website-website publisher yang potensial, yakni website yang banyak pengunjungnya (visitor). “Online advertising is effective if its able to generate an immediate response from customers” (Tsang dan Tse (2005)), yang dimana berarti iklan online yang efektif adalah iklan yang bisa memberi tanggapan langsung dari konsumen. Ada tiga fitur online yang digunakan dalam iklan internet berdasarkan model Escalas dan Rutgers (2003) yaitu, Multimedia, Pictures, and Content.
