Persepsi kualitas merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan konsumen. Persepsi terhadap kualitas keseluruhan dari suatu produk atau jasa tersebut dapat menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut dan berpengaruh langsung kepada keputusan pembelian dan loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Perceived quality tidak dapat ditetapkan secara objektif, karena akan melibatkan hal-hal apa saja yang dianggap penting bagi pelanggan. Sedangkan antara pelanggan yang satu dengan lainnya memiiki kepentingan yang relatif berbeda terhadap suatu produk atau jasa. Terdapat beberapa dimensi yang mendasari penilaian persepsi kualitas terhadap produk antara lain : 1. Karakteristik produk. 2. Kinerja merek. 3. Feature (bagian tambahan / elemen sekunder pada produk) 4. Kesesuaian dengan spesifikasi. 5. Keandalan. 6. Ketahanan. 7. Pelayanan. 8. Hasil akhir (fit and finish). Secara umum perceived quality dapat menghasilkan beberapa nilai–nilai, yaitu : a. Alasan konsumen untuk membeli. b. Differensiasi atau positioning product c. Harga optimum. d. Kepentingan berbagai saluran distribusi. e. Perluasan merek.
