Kualitas produk merupakan sebuah peranan penting bagi perusahaan. Dimana produk yang unggul dan berkualitas tinggi menjadi salah satu peranan penting bagi para konsumen. Karena pada saat ini semua produsen memahami begitu pentingnya peranan produk yang unggul untuk memenuhi harapan pelanggan pada semua aspek produk yang dijual kepasar. Para petinggi perusahaan pun semakin menyadari dan mempercayai adanya keterhubungan langsung antara kualitas produk terhadap minat beli konsumen yang pada akhirnya akan meningkatkan pangsa pasar di pasar sasaran. Menurut Tjiptono (2012:74) “kualitas produk adalah produk yang bebas cacat. Dengan kata lain, produk sesuai dengan standar (target, sasaran, atau persyaratan yang bisa didefinisikan, diobservasi dan diukur). Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang mengasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Istilah nilai (Value) seringkali digunakan untuk mengacu pada kualitas relatif suatu produk dikaitkan dengan harga produk bersangkutan”. Menurut Abdullah dan Tantri (2012:44) “kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik suatu barang atau jasa yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat”. Menurut Kotler dan Keller (2013:143) “kepuasan juga bergantung pada kualitas produk dan jasa. Berbagai ahli mendefinisikan kualitas sebagai pemenuhan tuntutan, bebas dari variasi, dan seterusnya. Kita akan mendefinisi America Society for Quality Control kualitas (quality) adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Ini jelas merupakan definisi yang berpusat pada konsumen. kita dapat mengatakan bahwa penjual telah menghantarkan kualitas ketika produk atau jasanya melebihi ekspetasi pelanggan. Perusahaan yang memuaskan sebagian besar kebutuhan konsumennya sepanjang waktu disebut perusahaan berkualitas, tetapi kita harus membedakan antara kesesuain kualitas dan kinerja (atau tingkat) kualitas.” 1. Pengaruh kualitas produk dan jasa, kepuasan konsumen, dan profitabilitas perusahaan adalah tiga hal yang terkait erat. Semakin tinggi pula tingkat kualitas, semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen yang dihasilkan, yang mendukung harga yang lebih tinggi dan (sering kali) biaya yang lebih rendah. 2. Kualitas total adalah tugas semua orang, seperti halnya pemasaran, pemasar memainkan beberapa peran dalam perusahaan mereka mendefinisikan dan menghantarkan barang dan jasa berkualitas tinggi kepada sasaran konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong (2012:236) mendefinisikan produk sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Beberapa definisi diatas dapat diketahui bahwa produk merupakan elemen penting dalam sebuah perusahaan yang nantinya akan dipergunakan perusahaan sebagai alat pertukaran dengan konsumen yang bisa dimiliki dan dikonsumsi baik itu produk berwujud maupun produk tidak berwujud agar kebutuhan dan keinginan konsumen dapat terpenuhi. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan apabila menginginkan produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar. Dewasa ini, dikarenakan kemampuan ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat cenderung meningkat, sebagian masyarakat semakin kritis dalam mengkonsumsi suatu produk. Konsumen selalu ingin mendapatkan produk yang berkualitas sesuai dengan harga yang dibayar, walaupun terdapat sebagian masyarakat yang berpendapat bahwa, produk yang mahal adalah produk yang berkualitas. 1. Tingkat Produk Tingkatan produk terdiri dari 3 tingkatan yang ada pada masing-masing tingkatan produk , menurut Kotler & Amstrong (2012: 250) yaitu : 1) Core custumer value, merupakan tingkatan paling dasar ketika mendesain suatu produk maka seorang marketer pertama kali harus mendefinisikan inti, manfaat penyelesaian masalah atau pelayanan yang pelanggan lihat. 2) Actual product, pada tingkatan kedua ini marketer harus mengubah manfaat inti menjadi produk aktual. Perlu untuk mengembangkan produk dan fitur layanan, desain dan tingkat kualitas, nama merek, dan kemasan. 3) Augmented product, di tingkat akhir perencanaan produk harus membangun tambahan produk di sekitar manfaat inti dan produk aktual dengan menawarkan tambahan manfaat dan layanan konsumen.
